Rachel menghela napas. "Meski mengandung anak Yovan, aku sebenarnya nggak ingin merusak hubungan kalian.""Hmph.""Kenapa nggak mempertahankan kondisi saat ini saja?""Apa maksudnya?"Rachel mengerutkan bibir. "Kita bertiga dan anak bisa tinggal bersama.""Huek."Setelah Yovan, Rachel kini juga sukses membuatnya jijik.Melihat reaksinya, Rachel langsung mengerutkan kening."Kiana, kamu harus percaya padaku, penderitaan yang kualami jelas lebih besar daripada penderitaanmu.""Kamu sudah terlalu memandang tinggi dirimu sendiri," ucap Kiana sambil mendengus dingin."Kiana, jangan terlalu sombong. Kamu kira dirimu hebat? Hmph. Di mata Keluarga Sumargo, kamu bukanlah apa-apa. Kamu…"Kiana mengeluarkan ponselnya dan memutar ulang percakapan Yovan di tempat parkir barusan."Kiana, aku mencintaimu dan ini nggak perlu diragukan lagi… Dia hanyalah alat bagi kita untuk punya anak… Aku akan membuatnya lenyap dari dunia kita… Kelak, kamulah ibu dari anak itu…"Saat mendengarkan rekaman itu, wajah R
더 보기