Kiana menatap Tristan dengan penuh kekaguman. Pria itu menyuruhnya percaya padanya dan Kiana pun memercayainya.Di tengah malam, setelah Kiana terhanyut sepenuhnya, Tristan menggendongnya untuk mandi. Setelah selesai, pria itu langsung membawanya ke ranjang besar."Besok pagi kita pergi urus buku nikah." Dia menyuapi Kiana beberapa teguk air."Oh," jawab Kiana pelan, sambil bersembunyi di bawah selimut."Setelah nikah, kamu pindah dan tinggal di rumah ayahku.""Terus, kamu?""Kalau nggak sibuk, aku bakal pulang ke sana."Kiana berpikir sejenak. "Aku mengerti kamu sangat sibuk sama urusan negara, jadi aku hanya perlu tinggal di harem dan menunggu kunjunganmu sesekali."Tristan tertawa. "Kamu kira kamu seorang selir?""Selir apaan? Derajatnya rendah. Aku nggak mau jadi selir. Aku ini permaisuri!"Sambil mengatakan itu, Kiana pun mengambil ponselnya, lalu menandai beberapa hari di kalender, dan mengirimkan tangkapan layar itu pada Tristan."Demi memastikan kelancaran kerja sama dan menceg
Read more