Mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Adrian, Kiana tiba di sebuah rumah tradisional di kaki gunung.Sebuah plakat batu tergantung di pintu kayu rendah, terukir tulisan: Cahaya dan Debu.Saat membuka pintu, dia disambut oleh gugusan bunga aster yang mekar cerah. Ada warna putih, kuning, merah muda, merah, yang ditanam di antara dedaunan hijau, membentang di sepanjang lereng bukit hingga ke tempat tak terlihat.Setelah mencari cukup lama, dia baru menemukan jalan setapak yang mengarah ke atas melalui semak-semak kamelia.Saat menaiki tangga, dia kembali menjumpai gugusan bunga yang sedang mekar, lalu kelopak-kelopak merah cerah itu jatuh ke tanah, sebagian mendarat di sepatu dan celananya. Ketika angin bertiup, kelopak-kelopak itu akan tersapu dan menari-nari di depan matanya.Makin tinggi dia mendaki, makin jelas dia melihat tempat itu. Itu adalah lereng bukit kecil yang ditutupi dengan berbagai macam bunga, membentuk taman tiga dimensi.Setelah melewati semak-semak kamelia, terdapat
Read more