Kiana masih mengenakan gaun malam. Tristan juga masih mengenakan setelan jas. Keduanya duduk di warung barbekyu, yang membuat penampilan mereka tampak sangat mencolok.Tempat ini bisa dianggap sebagai pinggiran kota, yang mana dikelilingi oleh banyak lokasi konstruksi. Jadi, sebagian besar orang yang makan di sini adalah pekerja konstruksi. Mereka merokok, minum, dan berbicara dengan keras. Sebenarnya, itu bukan masalah besar, tetapi orang-orang terus menatapnya, yang membuat Kiana merasa sangat tidak nyaman.Untungnya, barbekyu disajikan dengan cepat. Kiana mendesak Tristan agar segera menghabiskannya. Begitu selesai, mereka akan meninggalkan tempat itu.Tristan juga menyadari tatapan-tatapan itu. Dia menatap mereka dengan dingin, tetapi mereka bukannya berhenti, malah beberapa di antara mereka mulai bersiul, dan yang lainnya ikut tertawa."Randy, sudah berapa lama kita nggak pulang ke kampung halaman?" tanya seorang pria yang mengenakan jaket kulit hitam, tetapi kulit jaketnya sudah
Read more