Nia terdiam sejenak. "Kalau kamu nggak mencintainya lagi, seharusnya kamu tidak akan memusingkan hal ini."Bertha mengangguk. "Aku masih mencintainya dan aku sangat yakin dengan hal itu."Selesai makan, mereka turun ke tempat parkir, tetapi di luar dugaan, Selvi masih berada di sana. Ketika melihat Bertha keluar dari lift, dia segera keluar dari mobil dan berlari ke arahnya."Kak, aku sudah tunggu kamu dari tadi."Selvi berlari maju, lalu dengan penuh kasih menggamit lengan Bertha.Michael mengerutkan kening, lalu menoleh ke arah Bertha dan bertanya, "Ini adikmu?"Bertha mengabaikan Michael dan menarik lengannya dari genggaman Selvi."Buat apa kamu tunggu aku?"Saat Selvi hendak menjawab, Michael tiba-tiba melangkah ke depan Bertha."Sialan, jadi kamulah benalu itu! Aku sudah lama ingin bertemu denganmu. Ternyata seperti inilah rupamu."Selvi takut melihat sikap Michael yang menyeramkan dan segera bersembunyi di belakang Bertha."Kak, siapa dia?""Kemarilah, akan kukatakan siapa aku!"
Baca selengkapnya