Di dalam ruangan meetingnya, Tama berkali-kali menatap ponselnya yang gelap, rasa tidak sabarnya untuk menemui Zara semakin meningkat. Sebelumnya ia telah mengirim pesan kepada Zara untuk mengingatkan wanita itu agar mendatangi ruangannya saat jam istirahat nanti. Namun sudah beberapa menit Zara belum juga mengirimkan balasan kepadanya. Sepertinya wanita itu masih marah kepadanya mengenai persoalan kemarin. Karena, pagi tadi sebelum berangkat bekerja pun Zara masih bersikap dingin kepadanya.Tama mencoba untuk fokus kembali pada rapat yang sedang berlangsung, tapi pikirannya terus melayang ke Zara. Ia tidak bisa tidak merasa bersalah atas apa yang telah terjadi kemarin. Ia tahu bahwa ia telah salah, tapi ia tidak tahu bagaimana cara untuk memperbaikinya."Bagaimana, Pak Tama? Apa bapak setuju?" tanya salah satu anggota direksi, membuat Tama tersentak kembali ke realitas.Tama mencoba untuk tersenyum, "Ah, ya... Itu ide yang bagus, saya menyetujuinya."Ruangan meeting menjadi sunyi sej
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-13 อ่านเพิ่มเติม