Meskipun Randy adalah CEO dan jabatannya lebih tinggi dari Haekal, Randy tidak bisa mengatur Haekal semaunya di luar pekerjaan. “Istri saya udah nunggu di rumah, bagian mana yang nggak Pak Randy paham?” tekan Haekal dengan suara rendah. “Saya bukannya berniat memaksa Pak Haekal–” “Saya pulang.” Haekal dengan cepat memotong ucapan Randy, setelah itu Haekal pergi begitu saja. Indah pun menghampiri Randy. “Gagal? Rasanya jadi kerabat Mr. Aj seolah bukan apa-apa untuknya.” Randy masih menunjuk Haekal, dalam sekejap Randy kehilangan kata-kata. Haekal sangat keras kepala dan tidak mudah diatur. Padahal kalau Haekal dekat dengan Indah, Haekal juga yang akan mendapatkan keuntungan. Begitulah yang dipikirkan oleh Randy. “Kenapa rasanya seperti dia yang bosnya?” Randy masih tidak bisa menerimanya. “Udahlah.” “Percuma juga kamu mendekati pria seperti Pak Haekal,” lanjut Randy, dilihat-lihat pun Haekal tidak mudah tergoda dengan perempuan lain. “Apa mungkin dia sengaja jual mahal biar aku
Last Updated : 2026-02-04 Read more