"Jadi ... bolehkah aku menciummu?""Terserah ...."Benji tersenyum sesaat jawaban ambigu itu tersuarakan. Maka, tanpa perlu meminta persetujuan lagi, ia menangkup pipi Lily dengan satu tangannya yang besar sambil mengelusnya lembut. Dalam posisi ini; dengan hidung mereka yang bahkan sudah bersinggungan malu-malu, Benji bisa merasakan terpaan napas hangat Lily yang menyentuh kulit lengan. Dan entah bagaimana napas hangat itu malah terasa membakar akal sehatnya hingga pikiran Benjamin Kaisar mendadak kosong melompong.Satu-satunya yang ingin pria sipit itu lihat hanyalah bibir semerah cherry yang kini menganggur di depan mata. Maka, sebelum Lily meminta lebih dulu, Benji merangsek maju kemudian memagut bilah kenyal itu lembut.Lengannya tanpa sadar menarik punggung sempit Lily supaya tubuh mereka semakin dekat. Sedang tangan Lily mulai merayap menuju tengkuk Benji kemudian memberikan remasan pelan di sana. Mata indah itu terpejam demi menikmati pagutan yang terasa mengaburkan akal seha
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-11 อ่านเพิ่มเติม