LOGINLily dibeli pada pelelangan perawan oleh istri Benjamin Kaisar yang mandul. Tanpa punya pilihan lain, gadis itu harus membuka kaki untuk dipakai suami orang. Bukan tanpa alasan Abia membiarkan suaminya menjamah tubuh perempuan lain. Lily dibayar mahal untuk melahirkan anak dari Benjamin Kaisar yang istrinya tidak bisa berikan. Namun, sebelum benih sang tuan tumbuh di rahimnya, benih lain tumbuh di hati Lily. Benih tak kasat mata yang bertunas setiap malam. Benih yang menjalar dan tumbuh subur sepanjang sentuh jemari. Benih terlarang yang Lily sadari bernama cinta.
View MorePagi tadi, Akane beserta Adrian dan Hotaru sudah berangkat ke bandara untuk kembali ke Jepang. Setelah mengantar ibunya sampai bandara, Benji pun mendekam di rumah Lily karena sedang libur kerja.Pria sipit itu pikir dia akan hidup tenang di sini karena di rumah ia malas bertemu Abia dan berakhir bertengkar seperti biasa. Namun, bertengkar dengan Abia sepertinya lebih baik daripada melihat dua pria dan satu ibu hamil kini tengah serius main game balap mobil tanpa menghiraukan kehadiran Benji yang tidak ikut bergabung."Om Geo, jangan tabrak mobilkuuu! Aku harus menang sampai lap terakhir!" teriak Lily heboh sambil terus memencet stik playstation di tangannya dengan rusuh hingga tubuhnya tanpa sadar ikut bergerak ke kiri dan kanan."Kau apa-apaan, Kiello?! Uruslah posisimu sendiri! Kenapa malah berusaha menghalangi jalanku? Apa kau sedang berusaha membuat Lily menang?!" protes Geovano dengan satu tangan memukul paha putra tirinya."Papa tolong mengalah pada ibu hamil! Dia tidak boleh s
"YURI-CHAN!"Lily tersenyum lebar begitu melihat bocah lima tahun yang kini berlari ke arahnya sesaat turun dari mobil. Di teras rumahnya juga berdiri Akane yang tampak membawa sebuah kotak berukuran cukup besar."Hotaruuu ... kapan kau ke sini? Bagaimana kau tahu rumah Kakak?" tanya Lily sambil mengangkat adik tiri majikannya ke dalam gendongan.Akane yang sedari tadi berdiri memperhatikan di teras, sontak ikut menghampiri dan melotot marah. "Turunkan dia!" perintah wanita berambut sebahu itu tegas.Lily yang sudah jelas tahu seberapa galak Akane sontak menurunkan Hotaru dari gendongannya dengan patuh. Melihat ketakutan di mata gadis itu, Akane pun berdehem canggung."Kau sedang hamil, kan? Kau juga baru sembuh. Bahaya jika kau menggendong dia," imbuh Akane berusaha meluruskan alasan kemarahannya.Lily hanya mengangguk pelan kemudian menggandeng bocah yang hari ini mengenakan topi ultramen pemberian Lily beberapa waktu lalu. "Ayo masuk dulu, Tante!" ajak gadis itu berusaha ramah mesk
"Ada apa? Kenapa kau menelepon? Apa terjadi sesuatu?" Benji langsung melempar pertanyaan begitu satu nama muncul di pop up notifikasi dalam bentuk panggilan telepon. Sedangkan gadis di seberang sana terdengar begitu sibuk dengan sesuatu entah apa."Apa Tuan sudah makan siang?" Bukannya menjawab pertanyaan panik sang tuan, Lily---si penelepon yang dari tadi terdengar begitu grasak-grusuk, kini malah balik melempar tanya."Belum. Aku makan nanti setelah pulang," jawab Benji cepat. "Kau sedang ada di mana sebenarnya?" Pria sipit itu kembali bertanya meski kini tangannya sibuk membolak-balik berkas untuk dibaca seksama kemudian ditandatangani."Ini sudah jam dua siang! Tuan seharusnya makan siang. Aku akan antarkan makan siang, ya?" tawar gadis di seberang sana kelewat bersemangat.Nada suara yang sejujurnya sudah lama tidak Benji dengar dari Lily. Berarti gadis itu sudah tidak marah lagi padanya, ya? Dia sudah bersikap seperti biasanya pada Benji."Tidak perlu. Aku nanti akan makan sete
"Ini mobil siapa, Lily?!" Sepertinya, Benjamin Kaisar memang harus ke rumah Lily setiap hari supaya tidak ketinggalan banyak hal. Karena bagaimana bisa, hanya dua hari lembur di kantor, pagi ini dia sudah menemukan sebuah hyundai inoniq 5 terpakir cantik di halaman rumah gadis itu.Dari plastik dan pita merah yang masih melingkarinya, Benji jelas tahu itu mobil baru. "Mobilku, Tuan. Om Geo beli untukku kemarin, dan baru diantar tadi malam." Lily menjelaskan sambil menyengir polos.Cengiran yang justru dibalas Benji dengan pelongoan takjub. Tidak menyangka sang ayah akan menghamburkan uangnya untuk Lily pada hal seperti ini juga."Apa-apaan ini, mobilku saja masih pakai bensin. Tapi kau sudah punya mobil listrik yang jauh lebih canggih?" gumam Benji tidak habis pikir sambil mengitari kendaraan roda empat yang masih berlapis plastik khas barang baru tersebut.Lily hanya tersenyum puas karena merasa menang dari sang tuan. Gadis yang pagi ini baru selesai menyiram tanaman---seperti keg






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore