"Di awal, kita tidak ada rencana untuk menonton pertandingan badminton ...."Benji berkomentar pada istrinya yang kini mengunyah buah persik sambil menyandarkan kepala di lengan sang suami. Saat ini, mereka sedang dalam perjalanan ke Tokyo Metropolitan Gymnasium menggunakan taksi."Ini kan memang rencana dadakan. Kenapa? Mas Benji tidak suka menonton badminton?" tanya Lily kali ini sambil sedikit mendongak untuk melihat ekspresi suaminya.Benji dengan cepat menggeleng. "Tidak. Aku hanya masih heran, kenapa semua orang ingin bertemu denganmu?" sahut pria sipit itu sambil ikut menggigit peach segar di genggaman kecil istrinya.Kemarin, setelah Lily hanya memetik sebuah peach segar, Nakagomi memberikan buah tangan berupa dua parsel buah-buahan yang ada di perkebunannya. Isinya mulai dari plum, cherry jepang, peach tentu saja dan bahkan anggur yang belum banyak berbuah. Di dalamnya bahkan ada selai peach olahan para pekerja yang biasanya diperjual belikan sebagai oleh-oleh, namun Lily men
더 보기