Stanley merasa tahu diri dan tidak mengganggu Shanaya lagi. Dia hanya duduk di sofa, membuka laptopnya untuk mengurus urusan pekerjaan.Efek obat Shanaya membuatnya kembali tertidur dengan nyenyak. Menjelang subuh, selagi perawat melakukan pergantian sif kerja, seseorang berjalan masuk ke area farmasi.Devina menggunakan sarung tangan karet mengganti botol infus dengan terampil. Senyuman sinis pun terlukis di wajahnya.“Shanaya, kamu sudah menghancurkan hidupku, aku pun akan membuatmu merasakan rasanya hidup seperti mati! Setelah tubuhmu dipenuhi dengan ruam merah, kesulitan napas, dan wajahmu membengkak, kita lihat apa Stanley akan tetap merasa kamu itu cantik!”Saat jam lima subuh, Shanaya pun sudah bangun tidur. Langit di luar jendela baru mulai terang. Suasana di dalam kamar pasien juga terasa sangat hening.Stanley tampaknya menghabiskan malam dengan tidur di sofa. Saat ini, dia sedang tidur dengan menopang keningnya.Shanaya pun membangkitkan tubuhnya dengan perlahan. Keningnya
Read more