LOGINShanaya hampir meninggal di meja operasi akibat pendarahan hebat dari kehamilan ektopik. Namun, suaminya malah merayakan ulang tahun selingkuhannya dengan mewah. Dalam empat tahun pernikahan, Shanaya sangat merendah dan tidak peduli pada harga dirinya. Akan tetapi, dia tetap tidak mampu memenangkan hati suaminya. Hingga dia melihat suaminya memanjakan dan melindungi putri musuhnya itu dengan sepenuh hati, dia akhirnya menyerah dan pergi dengan meninggalkan selembar surat kesepakatan cerai. Shanaya kembali ke dunia kerja dan fokus meniti kariernya. Dia menghebohkan seluruh Kota Himar dan menjadi incaran kalangan atas. Melihat pria-pria yang bermunculan di sisi Shanaya, si presdir dingin pun tak bisa tinggal diam lagi. Dia turun tangan secara pribadi untuk menyingkirkan saingan asmaranya, lalu memojokkan Shanaya ke dinding. "Istriku, aku nggak setuju untuk cerai!"
View MoreShanaya bisa merasakan permusuhan di mata Damian. Dia jelas memiliki niat buruk.Awalnya, Shanaya berpikir bahwa Rafael tidak akan menolak. Bagaimanapun juga, mereka adalah teman dekat yang tumbuh bersama. Tak disangka, Rafael tersenyum tipis dan menyahut, "Nggak usah. Pasangan dansa sebaik ini lebih cocok untuk sosok karismatik sepertimu." Damian memanyunkan bibir dan tidak mendesak lebih lanjut. Namun, ejekan di matanya makin jelas. Pasangan dansanya adalah wanita yang jeli. Dia mampu merasakan permusuhan dalam nada bicara Damian. Dengan gerakan yang terlihat tidak disengaja, dia menyiku sisi tubuh Shanaya. Gerakannya secepat bayangan sehingga tidak sempat dihindari."Ugh ...." Shanaya langsung terhuyung ke depan. Rasa sakit yang tajam menjalar di pergelangan kakinya dan dia hampir jatuh."Hati-hati!" Rafael bereaksi cepat dan menangkap Shanaya. Telapak tangannya menekan punggung Shanaya. Dia dapat dengan jelas merasakan tubuh Shanaya yang menegang seketika."Pergelangan kakimu t
"I ... iya," jawab Leona.Devina tersenyum, lalu berkata dengan suara yang terdengar terlalu manis, "Kebetulan sekali." Dia melangkah maju sedikit dan melanjutkan, "Aku nggak pernah melihatmu lagi sejak lulus SMA. Kupikir kamu sudah meninggalkan Kota Himar. Ayo tukaran informasi kontak. Aku akan ajak kamu keluar lain hari." Secercah kepanikan melintas di mata Leona. "A ... aku nggak bawa ponsel ...." Devina sepertinya tahu bahwa Leona sedang berbohong. Dia berujar sambil tersenyum, "Nggak apa-apa, aku akan simpan kontakmu dulu. Berapa nomor WhatsApp-mu?"Tubuh Leona langsung gemetar. Di bawah tatapan Devina, dia menyebutkan serangkaian angka dengan tergagap.Devina melambaikan ponselnya. "Aku sudah chat kamu. Jangan lupa simpan nomorku juga. Nanti, aku akan ajak kamu kumpul di kafe." Setelah Devina pergi, Leona masih terpaku di tempat, seolah-olah semua darah di tubuhnya telah membeku.Shanaya dan Rafael baru saja selesai membicarakan detail kerja sama. Begitu mendongak, Shanaya me
Stanley berdiri diam di tempat. Dia menghabiskan wiski di gelasnya dalam sekali teguk. Cairan pedas itu meluncur ke tenggorokannya, tetapi dia tetap tidak dapat menekan kegelisahan aneh yang merayap dalam hatinya.Jari-jari Devina mencengkeram gaunnya. Kehadiran Shanaya merupakan ancaman baginya. Shanaya telah mencuri perhatian yang seharusnya menjadi miliknya sejak tiba di aula. Hal ini membuatnya sangat tidak senang.Devina memaksakan senyum, lalu berujar dengan nada yang sengaja dibuat santai, "Grup Senata dan Lumina lagi bahas kerja sama yang lebih dalam. Wajar saja Rafael bersikap sopan kepada rekannya." Damian mengejek, "Benar juga. Dulu, Rafael begitu membenci Shanaya. Kalau bukan karena kerja sama ini, dia mungkin nggak akan melirik Shanaya." Ketika Rafael mengobrol dengan Shanaya, Arwan, tokoh senior Grup Senata juga tiba."Permisi, aku pergi sapa kakekku dulu." Seusai berpamitan, Rafael berjalan ke arah Arwan. Orang lainnya juga pergi menyapa Arwan, termasuk Stanley dan Da
Saat Stanley masuk bergandengan tangan dengan Devina, mereka langsung menjadi pusat perhatian."Pak Stanley, Bu Devina, akhirnya kalian tiba juga!" Seorang rekan bisnis menghampiri mereka sambil mengangkat gelas anggur. "Penampilan Bu Devina hari ini sangat menakjubkan! Dengan berdiri di samping Pak Stanley, kalian kelihatan seperti pasangan yang serasi!" Pipi Devina memerah. Dia bersandar lebih dekat ke Stanley. "Terima kasih atas pujiannya. Stanley punya selera yang bagus. Ini gaun yang dipesannya secara khusus untukku." Stanley mengangguk pelan untuk menanggapi basa-basi orang di sekitarnya.Semua orang di industri tahu bahwa Stanley sangat memanjakan Devina dan membawanya ke setiap acara. Perlakuan istimewa ini sangatlah jelas. Jadi, tentu saja ada banyak orang yang juga berbondong-bondong menyanjung dan memuji Devina.Damian berjalan mendekat sambil menggoyang-goyangkan segelas sampanye."Devi benar-benar bersinar hari ini. Kamu pakai gaun seharga satu unit mobil sport lagi?" Da
Sekarang, Shanaya malah terkesan lebih ingin bercerai daripada dirinya. Stanley menatap wajah Shanaya yang tenang, lalu tiba-tiba merasakan kejengkelan yang tak terjelaskan."Tok, tok, tok."Terdengar ketukan di pintu."Bu Shanaya, aku datang untuk antarkan gantungan baju yang kamu minta."Shanaya s
"Dia disengat ubur-ubur. Segera suruh dokter pergi ke kamar presidensial di lantai teratas!" perintah Stanley sebelum menggendong Devina masuk ke lift.Saat Stanley melewati Shanaya, ujung-ujung baju mereka saling bergesekan. Namun, rasanya seperti ada dinding tak terlihat di antara mereka. Rekan-r
"Pak Zevon!"Semua orang sontak berseru terkejut. Mereka mengira Zevon tidak bisa berenang. Tak disangka, gaya renangnya malah begitu sempurna, layaknya atlet profesional. Di tengah keterkejutan semua orang, Zevon dengan cepat menyelamatkan Sonny.Semua orang pun tercengang."Pak Zevon, kamu masih b
Stanley melihat dengan jelas tangan Zevon menyentuh pinggang Shanaya selama tiga detik. Dia juga melihat bagaimana Zevon menyampirkan jaket UV itu ke bahu Shanaya, tetapi Shanaya tidak menolak."Lagi lihat apa kamu sampai bengong?"Damian tiba-tiba mencondongkan tubuh dari belakang dan langsung mere
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews