Harun masih mengingat semuanya dengan jelas. Saat itu, Shanaya mendapatkan beasiswa penuh ke universitas ternama di luar negeri beserta surat rekomendasi yang ditulis secara pribadi olehnya. Shanaya seharusnya memiliki masa depan yang cerah. Namun, demi Stanley, dia malah bersikeras melepaskan segalanya dan memilih untuk menikah. Saat itu, Harun sangat marah hingga hampir memutuskan hubungan dengan Shanaya. Sekarang, melihat Stanley begitu mesra dengan wanita lain, dia makin merasa bahwa pengorbanan Shanaya sama sekali tidak setimpal.Senyum Shanaya memudar. Dia menunduk dan bulu matanya yang panjang menciptakan bayangan samar di bawah matanya. Setelah hening beberapa saat, dia menyahut dengan pelan, "Prof Harun, waktu masih muda, aku terlalu naif dan memilih jalan yang salah. Sekarang, aku sudah sadari kesalahanku." Nada bicara Shanaya yang tenang mengandung sedikit rasa lega karena sudah menerima kenyataan, tetapi juga menyembunyikan kepahitan yang hampir tak disadari orang lain.
Read more