Keesokan harinya.Saat Kirana masuk ke ruang ICU untuk menjenguk Barry, Barry memintanya meminjamkan ponsel.“Kamu mau menelepon siapa?” tanya Kirana heran.“Kamu keluar dulu saja. Aku mau menelepon atasan untuk membicarakan sesuatu. Nanti aku minta perawat antarkan ponselnya kembali ke kamu,” ujar Barry.Barry menyuruh istrinya keluar, lalu menekan sebuah nomor.Di ujung sana, suara Ronald terdengar penuh kehati-hatian. Saat memanggil pun nadanya terdengar sangat munafik, “Kakak Ipar?”“Ini aku,” jawab Barry dingin, menyatakan identitasnya.Ronald terdiam beberapa detik, lalu tertawa palsu. “Kak, sejak kapan kamu sadar?”“Ronald Gunardi, kembalikan liontin milik Clarin. Setelah itu, kita anggap selesai urusan kamu menabrakku,” kata Barry tanpa basa-basi, mengungkap tujuan teleponnya secara langsung.“Liontin itu dibeli istriku seharga 100 juta. Kamu mau liontin itu? Boleh saja. Mengingat kita adalah saudara kandung, asal kamu bisa mengeluarkan 10 miliar, aku akan menjualnya padamu,” u
Baca selengkapnya