Clarin menoleh ke kartu nama di tangan Carles, lalu tanpa sadar meraba saku pakaiannya.Dia pun menjelaskan dengan rinci, “Tadi siang aku ke kafe beli kopi. Waktu lagi menunggu pesanan, aku dengar ada keributan di depan kasir. Aku lihat ke sana, lalu Pak Jacky menghampiriku. Dia bilang dirinya lupa bawa dompet, ponselnya juga mati kehabisan baterai, mau pinjam seratus ribu. Aku mengenali beliau sebagai mantan presiden Grup Lowui. Karena aku masih kerja paruh waktu di Grup Lowui dan gajinya juga lumayan tinggi, jadi aku menawarkan diri untuk traktir beliau segelas kopi ….”Setelah itu, Clarin juga menceritakan bagaimana Jacky mengajaknya bekerja di Grup Lowui, yang dia tolak dengan sopan, lalu tiba-tiba menyarankan agar dia menikah dengan presiden Grup Lowui sekarang, yaitu putranya sendiri.“Lalu?” tanya Carles datar, wajahnya tanpa ekspresi, tangan besar yang menggenggam setir sedikit mengencang.“Aku bilang aku sangat senang dengan suamiku dan tidak berniat bercerai,” jawab Clarin ju
Baca selengkapnya