“Arafah, Zainab, tunggu dulu,” panggil salah satu santri. Arafah dan Zainab sontak berhenti. Mereka langsung menoleh ke arah santri yang memanggil. “Ada apa?” tanya Arafah. “Kalian berdua dipanggil oleh Pak Kyai.” “Kenapa kami tiba-tiba dipanggil oleh Pak Kyai. Apa kami buat salah?” “Aku juga nggak tau. Tadi aku kebetulan ke ruangan Pak Kyai. Tiba-tiba saja Pak Kyai menyuruh kalian untuk menemui beliau.” Arafah dan Zainab saling lirik. Kemudian melirik ke arah ruangan Pak Kyai. Memang mereka sedang melewati ruangan Pak Kyai. “Kenapa ya?” “Mana aku tau.” “Tumben kita dipanggil mendadak.” “Bener tuh. Sejak Alesha nggak ada di sini, kita udah jarang dapat hukuman.” “Udah, kalian jangan menduga-duga lagi. Kalau nggak salah, Pak Kyai nggak menghukum kalian. Mungkin ada hal lain.” “Bener juga, sih.” “Lebih baik kalian berdua segera temui Pak Kyai. Pak Kyai menunggu kalian di dalam.” “Yuk Rafah, cepet,” ajak Zainab menarik tangan Arafah. “Sabar. Terima ya,” sahut Arafah sambi
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-29 อ่านเพิ่มเติม