Tok.. Ketukan pintu mengalihkan perhatian mereka berdua. "Masuk."Perintah Aska. "Maaf dok. Operasinya di percepat."Ujar salah satu perawat memberikan laporan. "Aku mengerti. Aku segera ke sana." Aska beranjak dari tempat duduknya. Sebelum ia keluar, dia sempat menoleh kepada Sam yang sedang menatap dirinya. Aska melangkah pergi tanpa sepatah kata pun. Sementara Sam duduk dengan tenang di kursi kerja Aska. Dia melihat sekeliling. Hembusan nafas kasar terdengar dari bibirnya. "Sebaiknya aku pergi." Sam beranjak dari kursi dan berjalan pergi. Dari raut wajahnya dia terlihat kecewa. Dia meninggalkan rumah sakit dan masuk ke dalam mobilnya. Langkahnya terasa berat. Sam masuk ke dalam mobilnya dan melaju dengan kecepatan penuh. Dia tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Sepanjang perjalanan, hanya helaan nafas berat terdengar dari bibirnya. Meski begitu, dia tidak bisa menyalahi keadaan. Sam tahu jika dirinya hanya bisa sabar. Tiga puluh menit berlalu. Sam t
Baca selengkapnya