LOGINPernikahan yang terjadi karena sebuah kesalahan membuat Emily menderita.Hingga pada akhirnya wanita itu memilih untuk menyerah dengan pernikahan yang dia jalani tanpa cinta. Sementara Wiliam yang merupakan suaminya mengalami sebuah kecelakaan dan membawanya kembali ke masa lalu. Entah bagaimana jalan hidup yang dia pilih?
View More"William, Aku ingin bercerai. "
Emely menatap suaminya cukup dalam. Keringat dingin membasahi dahinya. Cintanya selama lima tahun lamanya untuk pria di hadapannya itu tidak pernah terbalaskan. Suka duka dalam rumah tangganya sudah ia rasakan. Kini ia menyerah. Wiliam sedang memainkan ponselnya- berhenti sejenak kemudian menoleh kepada wanita yang sudah bersama dengan dirinya selama lima tahun lamanya. Dia tidak menganggap ucapan itu serius.William kembali menatap ponselnya dan mengabaikan ucapan istrinya. Sesekali senyum terlihat di bibirnya. Emily yang tidak mendapatkan respon dari suaminya tersenyum getir.Dia jelas tahu dengan siapa suaminya bertukar pesan. Tangannya gemetar memegang ujung gaun-nya. Perlahan-lahan dia melangkah keluar. Dia tidak ingin membuat masalah tapi dia sudah mengambil keputusan. Langkahnya begitu pelan. Pikirannya berkecamuk. Dadanya seperti tersayat. Dia semakin yakin dengan keputusannya. "Apa aku sama sekali tidak pernah ada di pikiran mu?" Emely menahan buliran bening di pelupuk matanya. "Walau sebentar?" *** Dua hari yang lalu,William mengatakan jika dia pergi untuk melakukan perjalanan bisnis.Tapi Emily jelas tahu jika suaminya bukan hanya melakukan perjalanan bisnis tapi dia menemui wanitanya. *** Pernikahan yang Emily jalani selama lima tahun lamanya tidak membuat William mencintainya.Pria itu tetap saja bersikap dingin kepada dirinya dan hatinya tetap milik wanita lain.Setidaknya itulah yang Emily yakini sampai sekarang. "Nyonya." Emely menghentikan langkahnya. Raut wajahnya seketika berubah menjadi ceria ketika mendengar suara lembut kepala pelayan mansion. Wanita itu tidak ingin menunjukkan kesedihannya kepada siapa pun termasuk dengan Wiliam yang merupakan suaminya. "Ada apa bibi?" Emely tersenyum. "Nyonya Isabella dan tuan Carter akan datang nanti siang. Apa tuan William tidak memberi tahu anda?" Sorot mata wanita paruh baya itu begitu sendu." Nyonya, harus kuat. Percayalah tuan akan melihat nyonya suatu saat nanti." Wanita berusia 50 tahun itu mendekat. Wanita paruh baya itu memegang tangan Emely dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Dia menyadari kesedihan yang di rasakan oleh Emely meskipun wanita itu selalu berusaha menyembunyikannya tapi wanita itu menyadarinya. Dia juga melihat bagaimana perlakuan tuannya selama ini. "Terimah kasih bibi Elsa. Aku sudah berusaha menyembunyikannya tapi sepertinya bibi tetap saja mengetahuinya. Aku sudah menyerah bibi, aku sudah memutuskan untuk melepaskan William." Emely memaksakan diri tersenyum. Emely memeluk bibi Elsa selama beberapa menit dan melerai pelukannya kemudian berjalan keluar dari mansion. Bibi Elsa mengelus dada. "Nyonya dan tuan adalah pasangan yang begitu serasi tapi tetap saja masa lalu tuan adalah pemenangnya. Meski wanita itu tidak baik tapi tuan tidak bisa melihatnya." Gumam bibi Elsa menatap kepergian Emely. Di depan mansion, Emely menghentikan langkahnya yang hendak menuju ke taman. Wanita itu menatap mobil yang baru saja berhenti tepat di hadapannya. Emely tersenyum dan mendekat ke arah mobil tersebut meski dia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Begitu pintu mobil terbuka, raut wajah Emely berubah. "Kenapa ada wanita itu?" Batin Emely merasakan sedih di dalam hatinya. Matanya tampak berkaca-kaca memandang wajah wanita yang sedang duduk di samping mamah mertuanya. "Kamu tidak senang melihat mamah?" Isabella membuka pintu mobil cukup keras. Dia turun dari mobil dengan menunjukkan ekspresi kesalnya di hadapan menantu yang tidak pernah ia sukai. Emely terkejut dengan suara pintu yang cukup keras. "Bukan begitu mah. Emely jelas senang melihat mamah datang." Jawab Emely mulai tersenyum. Meski perasaanya mulai tidak tenang. Dia tetap berusaha bersikap tenang. "Cieh, dasar munafik."Gumam Isabella yang masih terdengar jelas di telinga Emely. Emely memegang tangannya yang sedari tadi gemetar dengan hati yang hancur. "Joana turunlah sayang." Isabella tersenyum. Nada bicara yang terdengar begitu lembut selalu terdengar jika itu Joana. Tapi jika dirinya, wanita paruh baya itu sama sekali tidak pernah bersikap lembut kepada dirinya. Dia sudah menjadi menantu di keluarga Carter selama lima tahun lamanya tapi tetap saja dia mendapatkan perlakuan yang buruk. Jika itu dulu, Emely akan berusaha untuk meluluhkan hati mertuanya tapi sekarang dia tidak ingin melakukan hal itu. Dia sudah menjadi wanita yang begitu penurut dan tidak pernah menunjukkan kemarahannya tapi tetap saja, suaminya tidak pernah melihatnya sebagai wanita. Kini Emely sudah bertekad untuk melepaskan laki-laki yang sudah menikah dengannya selama lima tahun lamanya. Meski dia harus mengubur perasaanya. "Hallo Emely, kita berjumpa lagi." Wanita yang bernama Joana itu tersenyum tipis memandang ke arah dirinya. Emely membalas senyuman Joana. Pandangannya tertujju kepada wanita yang sedang mengenakan dres selutut dengan body yang begitu di impikan oleh semua wanita. Jika di bandingkan dirinya yang sedikit kurus dan tidak terbentuk, sangat beda jauh. Emely hanya tersenyum kecil dan kembali menatap wajah wanita cantik di hadapannya. Terlihat jelas jika dia sering melakukan perawatan wajah. Sedangkan dirinya sibuk bekerja dan melakukan pekerjaan rumah tangga. Rasa minder semakin menggorogoti hatinya. "Bagaimana kabar mu nak? Kita sudah tidak bertemu selama tiga bulan, kamu terlihat tirus." Perhatian Emely teralihkan dengan kehadiran ayah mertuanya. Pria paruh baya itu mendekat dan memeluk menantu kesayangannya. Pria paruh baya itu adalah satu-satunya orang yang menyayangi Emely. Emely kembali merasa tenang ketika merasakan pelukan sosok ayah yang tidak pernah ia rasakan selama ini. Emely membalas pelukan ayah mertuanya. Dia tidak akan pernah lupa dengan kebaikan pria paruh baya di hadapannya itu yang memperlakukan dirinya seperti putrinya sendiri. "Terimah kasih ayah, Emely kira ayah akan datang nanti siang." Emely menatap ayah mertuanya. Meski dia sudah melepaskan Wiliam, dia tidak akan pernah lupa dengan kebaikan ayah mertuanya. "Mamah mu yang ingin segera datang. Katanya dia sudah sangat merindukan Wiliam." Jawab Carter tersenyum kecil. Bagi Emely tidak akan ada yang berubah meski dia sudah bercerai dengan William. Pikirannya saat ini bagaimana dia mengatakan hal itu kepada ayah mertuanya jika dia akan bercerai dengan putranya. Emely mempersilahkan ayah mertuanya masuk ke dalam sebagaimana dia melakukannya selama lima tahun pernikahannya dengan Wiliam. Dia selalu melayani mertuanya dengan sangat baik tapi kali ini dia memilih untuk duduk bersama dengan mereka. Isabella yang melihat hal itu terlihat tidak senang. Sorot matanya terlihat jelas jika dia sedang kesal kepada menantunya. "Emely apa yang kamu lakukan?" Nada bicara Isabella terdengar begitu kesal. Emely tersenyum meski dia menyadari kekesalan mamah mertuanya. "Tenang saja mah, pelayan sudah menyiapkan semuanya." Emely masih bersikap tenang di hadapan mertuanya dan di hadapan wanita yang di cintai suaminya. "Apa yang kamu katakan? Apa kamu sudah melupakan tugasmu? Sebaiknya segera ke dapur." Sorot mata Isabella semakin tajam. Emely tetap tersenyum meski dia menyadari kekesalan mertuanya. "Tidak mah tapi aku tidak akan melakukan hal itu lagi. Begitu banyak pelayan di sini." Isabella mengepalkan tangannya, dadanya naik turun karena kesal. Baru kali ini dia melihat Emely menolak apa yang di perintahkan olehnya. Selama ini dia begitu penurut tapi kali ini dia mulai melakukan penolakan. Isabella jelas tidak terima sikap Emely seperti itu. Joana sendiri tidak mengatakan apa- apa tapi dia terlihat menikmati apa yang sedang terjadi saat ini. Senyum terlihat di bibir Joana. "Emely, mamah bilang ke dapur. Apa kamu harus membantah mamah di hadapan Joana?" Isabella mulai meninggikan suaranya. Tangan Emely mulai gemetar. Dia tidak menyangka jika mamah mertuanya akan membentaknya di depan Joana. "Apa yang sedang terjadi?" Semua mata memandang ke arah sumber suara itu.Langkah Grace terhenti. Wanita itu berbalik. "Tampaknya aku setuju dengan mu kali ini Sam." Grace tersenyum. Dia mengurungkan niatnya untuk kembali ke italia. Dia meninggalkan bandara dan kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh kembali ke apartemen miliknya. Setibanya di apartemen miliknya. Grace berjalan ke balkon. Semangat di dalam dirinya baru saja membara hanya karena ucapan Sam kepadanya. Di tempat lain, Jon baru saja meninggalkan rapat. Pria itu berjalan beriringan bersama dengan Wiliam. "Kamu sudah menemukannya?" Jon menghentikan langkahnya. "Siapa?" Wiliam tersenyum kecil. "Tentu saja wanita yang sudah membuat mu jatuh hati Jon. Kenapa kamu tidak punya keberanian untuk mengutarakan perasaan mu." "Siapa?" Wiliam dan Jon menghentikan langkah mereka. Keduanya menoleh kepada Emely yang sedang tersenyum kecil menatap ke arahnya. "Bukan apa-apa."Jawab Jon dengan cepat. Emely menoleh kepada suaminya. "Bukan apa-apa sayang." Kali ini Wiliam me
Dua pria sedang bersimpuh di hadapan Sam saat ini. Keduanya tidak ada berani yang mengangkat kepala. "Aku tidak mau tahu. Cepat cari tahu dia sekarang."Perintah Sam kembali. "Baik tuan."Jawab mereka serentak. Sam mengibaskan tangannya sebagai tanda jika dia meminta kedua anak buahnya keluar dari ruangannya. "Aska, Di mana kamu?Kamu pikir bisa kabur dariku? Aku pasti akan menemukan mu."Gumam Sam dengan perasaan kesal. Dia menatap ponselnya. Foto Aska terpampan jelas di layar ponsel Sam. Sesekali Sam tersenyum kecil. Pria itu memegangi dadanya yang sedang berdetak tidak karuan. Dua hari berlalu.. Sam semakin prustasi. Dia tidak bisa menemukan keberadaan Aska. Sementara itu, pria yang dia cari sedang berada di sebuah cafe bersama dengan seorang wanita. Aska kembali mengikuti perjodohan yang di lakukan oleh ibunya setelah sebelumnya gagal. Aska menatap wanita di hadapannya. Dia melihat jika wanita di hadapannya itu juga tidak senang. Dari ekpresi wajahnya sudah terliha
Satu jam berlalu. Wiliam dan Emely sudah tiba di depan perusahaan. Wiliam turun dari mobil. Pria yang di kenal dingin dan cuek itu membuka pintu mobil untuk sang istri di depan semua para karyawannya. Tindakannya itu sontak membuat semua para karyawan keheranan. Mereka tidak pernah melihat atasan mereka memperlakukan wanita dengan baik selain saat dia bersama dengan Joana. Tapi kali ini dia melihat tuan mereka bersikap baik kepada Emely. "Tampaknya bu Emely sudah memiliki kedudukan di hati tuan Wiliam." "Kamu benar." "Tapi mereka berdua adalah pasangan yang serasi." "Aku setuju dengan mu." Para karyawan mulai bergosip ketika melihat bagaimana atasan mereka memperlakukan istrinya dengan baik. Sementara Emely dan Wiliam hanya tersenyum kecil ketika para karyawan mereka menyapa dengan ramah. Meski Emely tahu jika mereka pasti melihat semuanya. Emely tetap tersenyum. "Jangan lakukan hal itu lagi. Aku tidak ingin para karyawan bergosip tentang kita."Ujar Emely ketika m
"Aku antar pulang." Emely menepis tangan Sam. "Menjauh dari ku Sam." Tatapan Emely tampak begitu kesal. "Maafkan aku. Aku juga menyesalinya." "Menyesal? Aku rasa itu tidak mungkin. Menjauh dari ku." Emely berlalu pergi meninggalkan Sam. Meski begitu Sam tidak ingin menyerah. Dia ingin mengantarkan Emely kembali untuk memastikan apa hubungan Emely dan Aska. "Emely." Sam kembali menarik tangan Emely. Bugh..Bugh.. "Apa yang kamu lakukan? Dia bilang tidak mau. Kenapa memaksa?" Dua pukulan di wajah Sam membuat pria itu meringis kesakitan. Begitu menoleh. Sam tidak berkutik. Dia melihat kehadiran Wiliam yang sedang berdiri dan menatap tajam ke arahnya. Dari tatapannya, Sam tampak gugup. "Apa pukulan ku masih kurang?" Sam memegangi wajahnya. "Jangan salah paham tuan Wiliam. Aku hanya ingin mengantarnya pulang." Sam tidak ingin menambah masalah. Pria itu lebih memilih untuk mengalah. "Maaf tuan. Saya benar-benar tidak memiliki niat apa pun. Kedatangan ku hanya






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews