"Wiliam, lihat istri mu! Dia menolak perintah mamah, padahal mamah hanya ingin dia membuat teh." Isabella mengadu kepada putra yang selalu berpihak padanya. Kini wanita paruh baya menunjukkan kesedihannya di depan sang putra. Emely tersenyum miring. Dia sudah menebak apa yang akan terjadi selanjutanya. Wiliam menoleh kepada istrinya. "Apa kamu harus melakukan hal itu? Segera lakukan perintah mamah." Emely menatap wajah laki-laki yang tidak pernah membelanya. Wanita itu mengepalkan tangannya, dia jelas sedikit kesal dan merasa dirinya begitu menyedihkan. Dia melangkah pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun. "Selalu seperti ini. " Gumam Emely melangkah ke dapur. Lima belas menit kemudian. Dia kembali ke ruang tamu dengan membawa baki dengan empat teh yang masih sangat panas. "Lama sekali." Sindir Isabella kepada menantunya. Kata- kata itu kembali terlontar dari mamah mertuanya setiap kali dia melakukan sesuatu. Rasa tidak puas mertuanya terhadap dirinya sudah ada
Terakhir Diperbarui : 2026-01-13 Baca selengkapnya