Tangan Joana mengepal. Dia merasakan amarah yang membakar dadanya saat ini. Wajahnya memerah menatap kepergian tuan Carter. Dia tahu jika selama ini tuan Carter tidak pernah menyukainya. Tapi dia merasakan sikap tuan Carter sedikit berbeda saat bersama dengan Emely. Tuan Carter menerima Emely. Hal itulah yang semakin membuat Joana murka. "Sayang. Jangan dengarkan ucapan suamiku. Bagaimana pun caranya. Kita akan menyingkirkan wanita sialan itu. Dia sama sekali tidak pantas untuk putra ku. Hari ini dia pasti menyusun rencana licik untuk membuat semua orang tahu jika dia adalah istri Wiliam." Isabella menatap Joana yang terlihat menundukkan pandangannya. Sementara itu, Joana tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia mulai berakting. Dia menangis di hadapan Isabella. Tentu saja dia melakukan hal itu untuk mendapatkan simpati wanita paruh baya itu. "Sepertinya Wiliam mencintai wanita itu bibi."Joana semakin terisak. Hal itu semakin membuat Isabella semakin merasa bersalah. '
Terakhir Diperbarui : 2026-04-11 Baca selengkapnya