"Kakak ipar. Ada apa dengan tangan mu?" Bryan meraih tangan Emely di hadapan Wiliam. "Ada apa dengan tangan ku?" Emely segera menarik tangannya dengan perasaan gugup. "Tangan mu begitu indah seindah wajahmu." Wiliam mendengus kesal mendengar hal itu. Itu adalah gombalan dari buaya darat seperti Bryan. "Jangan menggoda ku. Aku tidak tergoda."Emely menarik tangannya. "Ini bukan gombalan. Kenyataannya memang seperti itu." "Di mana kalian berdua bertemu?"Lagi-lagi Bryan mengajukan pertanyaa. "Itu bukan urusan mu." "Astaga, Wiliam. Ada apa dengan mu? Dari tadi kanu terlihat begitu kesal dengan ku." "Entahlah. Hanya dengan melihat wajah mu membuat ku kesal. Jika kamu tidak memiliki urusan. Kembali lah ke rumah mu. Di sini bukan tempat untuk bermain-main." "Lihatlah suami mu kakak ipar. Dia sangat kejam." Emely tidak menanggapinya. Wanita itu hanya tersenyum kecil. Dua hari ini dia tidak begitu sejak kedatangan Bryan. Entah apa tujuan pria itu, tapi sepertinya dia berus
Terakhir Diperbarui : 2026-04-05 Baca selengkapnya