Mita tersentak kecil, lalu memutar tubuhnya cepat, langkahnya penuh keengganan. Di depan mata, taburan kelopak mawar merah dan putih membentuk jalan menuju tempat tidur. Di atas nakas, buket bunga mawar yang diikat pita sutra, berdiri tegak.Jika ia masih menjadi Mita yang dulu, mungkin hatinya sudah mencair, mungkin kejutan romantis ini berhasil membuatnya luluh. Mungkin ia akan memeluk suaminya, air mata haru di pipi.Tapi sekarang, Mita berdiri di sana sebagai sosok yang berbeda. Setelah mengetahui perselingkuhan itu, ia hanya melihat suaminya, Pram, dengan mata penuh selidik. Mata seorang istri yang sudah terluka, yang ingin tahu motif tersembunyi di balik setiap gerak manis sang suami.Pram, yang telah menyiapkan kejutan ini dengan susah payah, tersenyum tipis, menutupi kegugupan.“Kau suka?” Pram bertanya, suaranya sedikit mendesak, seperti ingin mencuri jawaban sebelum otak Mita sempat bekerja.Mita mengembuskan napas pelan, aroma mawar yang seharusnya memabukkan justru terasa
Última atualização : 2025-12-08 Ler mais