Kata demi kata yang terlontar dari bibir Pram menggores luka yang begitu dalam di hati Mita. Air mata Mita jatuh pelan, tidak meledak, hanya menetes.Martabat seorang istri yang coba dia jaga selama ini justru direndahkan oleh suaminya sendiri. Sungguh tak pernah Mita duga, Pram dengan entengnya akan berkata seperti itu.Pram berdiri, mendekat, tatapannya meluncur ke leher Mita. Gerakannya cepat, refleks, tangan terangkat sedikit seolah hendak menyentuh. Mita langsung menutup lehernya, menahan napas, mencoba menutupi bekas kecupan Gara.Pram tersenyum miring, sinis, menatap istrinya. Memindai dari ujung kepala hingga ujung kaki.“Tapi aku tidak yakin masih ada yang mau menikmati kulit keriputmu,” ucap Pram tenang, dan kejam. Nada suaranya datar, tanpa emosi. “Tidak muntah saja sudah beruntung.”Mita memejamkan mata sejenak, menggenggam tepi meja hingga buku-buku jarinya memutih. Bukan karena hinaan tentang fisiknya, tetapi karena ia menyadari betapa dalam kerusakan di rumah tangganya.
最終更新日 : 2025-12-05 続きを読む