Zega tiba di vila, dia membuka helmnya, terkejut melihat Gashi, Adrian dan anak buahnya yang lain menunggu di depan gerbang. Mereka sudah seperti gembel. "Kenapa kalian ke sini?" tanya Zega. "Tuan. Kami minta maaf," jawab Gashi. "Tolong jangan marah ke kami." "Kami janji tidak akan mengulangi kesalahan kami," Adrian juga memohon. Begitu pula yang lain. Zega menarik nafas. "Ok." Setelah itu Zega masuk ke dalam vila, disusul Gashi dan yang lain. "Kenapa kalian ikut masuk?" Zega heran. Gashi meringis kuda. "Kami mau bekerja untuk Tuan lagi." "Aku tidak butuh pekerja." "Tentu saja Tuan butuh. Tuan tidak bisa masak, cuci baju, cuci piring, nyapu, nyepel, betulin AC, motor, keran rusak, atap bocor, dan masih banyak lagi, tapi kami bisa," urai Gashi. Zega berdecih. "Sebanyak itukah kekuranganku?!" "Benar, Tuan. Bahkan lebih banyak dari itu. Karena itu Tuan butuh kami," jawab Gashi sembari tersenyum kuda. Zega berdecih. Dia memang tidak bisa apa-apa selain cari uang!
Last Updated : 2026-03-25 Read more