Wajah Carl merah padam, menjalar sampai telinga. Dia berlari kencang meninggalkan mereka. Sangat malu mengakui keinginannya.Carl pun sadar. Sejak awal, dia harusnya berani mengungkap keinginan terpendamnya, dan tidak perlu membohongi mereka.Dia marah pada ayah kandungnya yang ternyata masih hidup dan punya istri di saat ibunya berusaha membesarkannya sendiri. Meski Blackwood bergelimang harta, tetap saja, dia membutuhkan sosok ayahnya.Jordan masih mengikuti Carl. Sementara Luna memperlampat langkahnya, membiarkan mereka berdua bicara lebih dulu.Carl masuk ke kamar, membiarkan pintu setengah terbuka. Melompat ke kasur, menelungkup dengan menyembunyikan wajahnya di antara lengan.Jordan masuk setelah mengetuk pintu, lalu duduk di tepi ranjang. Rasa bersalah mengusik hatinya ketika mendengar isi hati putranya.“Maaf, Carl, aku tidak ada untukmu selama ini. Apa kamu mau mengizinkan aku memperbaiki kesalahanku di masa lalu?” tanya Jordan lembut.Carl tidak menjawab. Dia masih malu meli
続きを読む