****“Kenapa sih Mas, selalu langsung tidur begitu saja?!” Ujar Nadia yang sudah terlihat kesal, baru saja memulai permainan panas itu, bahkan Nadia pun belum mencapai klimaks nya. Dan kini dengan enteng seperti tanpa beban, Arman malah membelakangi nya dan tidur. Perasaan itu akhirnya tak terbendung. Nadia menepuk bahu Arman.“Mas Arman!” Seru nya dengan kesal.“Hmm… apa, Nad? Besok pagi aja ya, aku capek banget.” Ujar Arman tanpa menoleh ke Nadia yang kini muka nya sudah merah padam karena kesal. Terlebih lagi mendengar jawaban itu membuat hati Nadia semakin panas. Bukan marah besar, tapi rasa perih yang menusuk halus. Ia duduk, menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang. “Capek, capek… tapi apa susahnya sih, Mas? Sekedar ngobrol sebentar sama aku? Masa tiap abis minta jatah aku langsung di cuekin di tinggal tidur!" Kesal nya."Mana cuma 5 menit udah keluar, kan aku juga pengen di puasin mas." Gerutu nya yang masih bisa di dengar oleh Arman. Arman membuka matanya dengan berat, berus
Last Updated : 2025-11-23 Read more