Suara lirih Serina itu jelas tertangkap di pendengaran Damar. Namun, Damar hanya diam dan tak menimpali. Hingga akhirnya, Serina memutuskan untuk berjalan maju agar lebih dekat dengan air laut. Serina duduk di pinggiran air laut dan bermain air disana. Air matanya yang hendak mengalir, ia seka dengan cepat. Ia datang kesini bukan untuk meratapi nasibnya. Dan tentunya ia harus bahagia bukan? Dari tempatnya, Damar melihat tubuh Serina. Damar menarik napasnya panjang. Apakah Damar sengaja mengatakan itu? Tentu saja. Karena Damar ingin memperjelas jika Serina tak akan pernah bisa menggantikan Hanna dalam hatinya. “Aku memang tidak pernah bertemu denganmu, Mbak Hanna. Entah wanita seperti apa dirimu hingga membuat mas Damar begitu mencintaimu. Tapi, apakah kamu tidak mau memberikan tempat itu padaku? Saat ini, aku yang berada disisi mas Damar dan aku sedang berjuang untuk mendapatkan cintanya. Jadi, tolong bantu aku. Aku berjanji akan membuat hidup mas Damar bahagia,” batin Serina dal
Last Updated : 2025-12-19 Read more