LOGINHidup Serina Veronika seorang mahasiswi yang semula tenang, mulai terganggu dengan kedatangan tetangga baru tepat disamping rumahnya. Tetanggga barunya yang merupakan seorang pria bernama Damar itu langsung terlibat insiden tidak mengenakkan dengannya sewaktu di bus. Serina menuduh Damar sebagai pria mesum yang melecehkannya di transportasi umum. “Dasar pria mesum! Beraninya kamu melecehkan saya di tempat umum seperti ini?” Dengan suara lantang, Serina meneriaki Damar sebagai pria mesum di depan semua orang. Meskipun, Damar mencoba mengelak tuduhan itu, namun Serina masih bersikukuh jika Damar lah yang melecehkannya. "Bukan saya pelakunya." Tanpa Serina tahu, ternyata tetangga mesumnya itu adalah dosen baru di kampusnya. Serina tak percaya dengan semua ini, hingga membuatnya mati kutu di hadapan Damar. Mulai hari itu, mereka terlibat banyak hal bersama. Damar sosok misterius yang menyimpan banyak rahasia nyatanya mampu menarik perhatian dari Serina. Damar banyak sekali membantu masalah keluarga Serina hingga membuat Serina merasa berhutang budi kepada Damar. Namun, tanpa Serina tahu, kebaikan yang Damar tunjukkan selama ini nyatanya menyimpan sejuta tujuan yang membuat Serina terperangkap ke dalamnya. “Kamu harus menanggung dosa yang telah dia lakukan. Aku datang kesini untuk membalas semuanya, Serina.” Rahasia besar apa yang sebenarnya Damar sembunyikan dari Serina?
View MoreSerina akhirnya duduk bersama dengan Vero di taman kampus. Disana cukup sepi dan tentunya ini sangat cocok untuk mengobrol bersama. Apalagi, banyak hal yang harus Vero tanyakan kepada Serina. Serina masih enggan untuk membuka suara. Jujur saja, ia masih teringat ucapan dari Ajeng yang mengatakan jika Vero menyukai dirinya. Namun, Serina tentunya tak mau percaya begitu saja sebelum mendengarnya langsung dari mulut Vero. “Aku tidak menyangka sekali, jika kamu ternyata sudah menikah dengan Pak Damar.”Vero akhirnya bersuara untuk memecah keheningan yang terjadi di antara mereka. Vero tentunya sangat kecewa sekali mendengar berita yang masih menjadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa kampus.“Maaf, Kak. Aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan hal ini.”“Sejak kapan?” tanya Vero kemudian.Serina tak langsung menjawab. “Apa saat kita akan pergi ke pameran kamu sudah menikah dengan Pak Damar?”Serina anggukkan kepalanya dengan terpaksa sebagai bentuk jawaban atas pertanyaan Vero
Serina cukup terhibur dengan datangnya Ajeng ke rumah. Setidaknya, Ajeng bisa mengobati perasaannya yang tegah berkecamuk sekarang. Bahkan, asinan yang dibawakan oleh Ajeng sudah habis setengah. Sungguh, Serina sangat suka dengan asinan ini karena rasanya yang sangat menyegarkan. Bahkan, Serina sama sekali tak merasa mual dan muntah. Namun, yang membuat Serina kembali bersedih adalah Damar yang tak kunjung keluar dari kamar sejak mereka pulang tadi. Bahkan, ini sudah malah tapi Damar masih belum menunjukkan batang hidungnya lagi. Sampai-sampai Serina makan malam sendirian di meja makan. Rasanya sangat hampa sekali karena tak ada teman yang bisa Serina ajak mengobrol. “Bagaimana caraku minta maaf? Dia terus menghindariku seperti ini.”Serina rapikan alat makannya dan mencucinya sendiri di dapur. Serina terus memikirkan cara bagaimana ia bisa berinteraksi dengan Damar. “Apa aku bawakan saja makanannya ke kamar? Dengan begitu, aku bisa memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya.”S
“A-apa?” Leticia sampai tergagap mendengar ucapan Damar. Leticia seketika menatap Serina yang masih terduduk di tempatnya tadi. “Jangan bercanda, Damar. Wanita kampungan seperti ini jelas bukan tipe kamu.”Serina memilih memalingkan wajahnya. Saat mengobrol dengan Leticia tadi pun, Serina memang tidak memperkenalkan dirinya sebagai istri dari Damar. Serina memilih diam dan tak pernah menunjukkan identitasnya. Sedangkan, Leticia terus memamerkan kedekatannya dengan Damar dulu. Dan kedatangan Leticia kesini khusus untuk menemui Damar dan ingin menjalin hubungan lagi dengan Damar yang sekarang berstatus menjadi suami Serina. “Dia memang istriku. Kami sudah menikah.” Damar menunjukkan cincin yang ia kenakan di jari manisnya. Leticia mengusap wajahnya kasar. Leticia seolah masih tak percaya dengan semua ini. “Kenapa Damar? Kenapa kamu tidak pernah memberiku kesempatan ha? Apa kurangnya aku? Bahkan jika dibandingkan dengan istrimu yang sekarang, aku jauh diatasnya. Tapi, kamu malah men
Serina akhirnya keluar dengan perasaan yang hancur. Serina remas bungkusan palstik yang ia bawa. Sikap kasar Beni membuat hatinya hancur. Beni seperti orang lain, padahal Serina datang kesini dengan niat baik. Lalu, Serina harus apa? Apakah ia mampu meminta Damar untuk membebaskan Beni? Rasanya Serina tak memiliki keberanian itu. Dengan satu tarikan napas panjang, Serina menghapus air matanya dengan cepat. Serina memaksakan senyumnya ketika ia berjalan mendekati Damar yang masih menunggunya di dekat mobil. Serina tak boleh menunjukkan kesedihannya kepada Damar. Dan tentu saja, Damar tak boleh tahu tentang ini. Serina takut, jika Damar akan semakin keras kepada Beni nanti. “Mas...” panggil Serina. Damar yang tengah menyender di mobil dan fokus pada ponselnya pun seketika mendongak. “Sudah selesai?” Serina anggukkan kepalanya. “Sudah.” Damar menyimpan ponselnya dan kini matanya malah terfokus pada tentengan kresek di tangan Serina. “Kenapa di bawa kembali?” Serina tak langsu
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews