MasukHidup Serina Veronika seorang mahasiswi yang semula tenang, mulai terganggu dengan kedatangan tetangga baru tepat disamping rumahnya. Tetanggga barunya yang merupakan seorang pria bernama Damar itu langsung terlibat insiden tidak mengenakkan dengannya sewaktu di bus. Serina menuduh Damar sebagai pria mesum yang melecehkannya di transportasi umum. “Dasar pria mesum! Beraninya kamu melecehkan saya di tempat umum seperti ini?” Dengan suara lantang, Serina meneriaki Damar sebagai pria mesum di depan semua orang. Meskipun, Damar mencoba mengelak tuduhan itu, namun Serina masih bersikukuh jika Damar lah yang melecehkannya. "Bukan saya pelakunya." Tanpa Serina tahu, ternyata tetangga mesumnya itu adalah dosen baru di kampusnya. Serina tak percaya dengan semua ini, hingga membuatnya mati kutu di hadapan Damar. Mulai hari itu, mereka terlibat banyak hal bersama. Damar sosok misterius yang menyimpan banyak rahasia nyatanya mampu menarik perhatian dari Serina. Damar banyak sekali membantu masalah keluarga Serina hingga membuat Serina merasa berhutang budi kepada Damar. Namun, tanpa Serina tahu, kebaikan yang Damar tunjukkan selama ini nyatanya menyimpan sejuta tujuan yang membuat Serina terperangkap ke dalamnya. “Kamu harus menanggung dosa yang telah dia lakukan. Aku datang kesini untuk membalas semuanya, Serina.” Rahasia besar apa yang sebenarnya Damar sembunyikan dari Serina?
Lihat lebih banyakวันโลกาวินาศในนิยามของใครหลายคน อาจไม่เหมือนกัน แต่สิ่งหนึ่งที่แน่นอนคือความหายนะที่มาเยือน ความเท่าเทียมที่ไม่ว่าสถานะของเจ้าตัวจะเป็นราชาหรือสามัญชนก็หนีไม่พ้น จะช้าหรือเร็วก็เท่านั้น
แต่ตรรกะของความเท่าเทียมที่เธอคิดนั้นก็พังทลายเพราะสิ่งที่ตัวเองมี ฉินหลิวซีในวัยสามสิบปียังคงต่อสู้เพื่อเอาชีวิตรอดในโลกที่ไวรัสปริศนากำลังระบาด และเป็นเช่นนี้มากว่าสิบปีแล้ว ไวรัสไม่ทราบที่มานี้คร่าชีวิตคนไปหลายพันล้าน และเปลี่ยนพวกเขาให้กลายเป็นซอมบี้ ที่ฉินหลิวซีสามารถอยู่รอดมาได้เป็นสิบปี เพราะพลังพิเศษที่ตื่น เธอมีมิติที่สามารถเก็บของได้ แม้มีพื้นที่จำกัดขนาดประมาณหนึ่งห้อง และเธอไม่สามารถเข้าไปอยู่ได้เอง แต่แค่นั้นก็ทำให้เธอได้เปรียบคนอื่นมากแล้ว เมื่อมนุษย์โลกมีจำนวนน้อยลง คนในศูนย์อพยพก็มีอัตราการแย่งชิงที่น้อย เพราะอาหารไม่ขาดแคลนเท่าแต่ก่อน ทว่าตัวเจ้าหน้าที่ที่ประจำแต่ละศูนย์ก็ลดลงไปด้วยเช่นกัน กลับกันฝูงซอมบี้ที่ด้านนอกนั้นเพิ่มจำนวนขึ้น เรื่อย ๆ “ฉินหลิวซีเธอไปเอาอาหารหรือยัง” เพื่อนในค่ายอพยพคนหนึ่งถามเธอที่กำลังใจลอย “อ่า อื้ม ไปเอามาแล้วละ” หญิงสาวตอบกลับไป ยิ้ม ๆ “ได้ยินมาว่ามีผู้อพยพกลุ่มใหม่เข้ามาละ” “ผู้อพยพกลุ่มใหม่หรือ?” “ใช่ เห็นว่ามาจากศูนย์ใกล้ ๆ ที่แตกไปแล้วน่ะ” ฉินหลิวซีได้ฟังก็เผลอขมวดคิ้วมุ่นโดยไม่รู้ตัว แม้จะเป็นศูนย์พักพิงของผู้อพยพ แต่ความจุที่แต่ละแห่งรองรับได้ก็มีจำกัด อีกทั้งสถานการณ์ที่ทุกครั้งที่มีค่ายพักพิงแตกไป ก็จะไปเพิ่มจำนวนคนให้ค่ายอื่น ๆ ที่แน่นขนัดอยู่แล้ว คนที่ไม่รอดก็กลายเป็นเพิ่มจำนวนให้ฝูงซอมบี้เข้าไปอีก แม้จะอยู่รอดมาเป็นสิบปี แต่เธอก็อดคิดไม่ได้เลยว่า นี่เป็นการนับถอยหลังของตัวเธอเอง ฉินหลิวซีอยู่ที่นี่มาเกือบสิบปี แต่ไม่ได้สนิทสนมกับใครเป็นพิเศษ ทั้งเจ้าหน้าที่ ทั้งผู้อพยพด้วยกัน เธอตั้งใจปลีกวิเวกอยู่ลำพังด้วยเหตุผลสองข้อ หนึ่งผู้มีพลังที่ตื่นขึ้นนั้นไม่ได้มีแต่เธอ แม้จะปลุกพลังวิเศษมิติได้ แต่เธอก็ไม่บอกใคร ฉินหลิวซีเห็นมานับครั้งไม่ถ้วนถึงความเห็นแก่ตัวของมนุษย์ ความเมตตาและเอื้อเฟื้อไม่ช่วยให้อยู่รอด โลกนี้ไม่อาจเชื่อใจใครได้ ประสบการณ์ที่ผ่านมาเธอได้เห็นคนที่เปิดเผยว่ามีมิติถูกพวกนักวิจัยจับไปทดลอง ฉินหลิวซีไม่อยากเป็นหนูลองยาให้ใคร มีเพียงพลังธาตุไม้ที่เธอยอมเปิดเผย เพราะมันสามารถปกป้องตัวเองได้ และยังสามารถทำให้พืชผักงอกงาม น่าเสียดายพลังของเธอปลุกได้แค่ระดับสอง ทำให้พืชโตไม่กี่ต้นก็เหนื่อยแล้ว อีกทั้งมีคนมากมายที่มีพลังธาตุไม้ ทำให้ไม่มีคนสนใจการมีอยู่ของเธอเท่าไรนัก เหมือนเธอเป็นเพียงคนธรรมดาคนหนึ่งที่พิเศษอยู่นิดหน่อยถึงแม้จะมีพลังก็ไม่ได้หวังพึ่งแต่มัน หากเธอใช้ความแข็งแกร่งของร่างกาย และประสบการณ์พลิกแพลงไม่ได้
คงไม่อยู่รอดมาถึงทุกวันนี้ ข้อสอง เธอไม่ต้องการสนิทสนมกับใคร เพราะไม่รู้เลยว่า คนคนนั้นจะถูกฆ่าหรือกลายเป็นซอมบี้เมื่อไร เธอเกลียดความรู้สึกที่ต้องพลัดพรากจากคนที่รักครั้งแล้วครั้งเล่า จึงขออยู่โดยไม่มีพันธะผูกพันทางใจจะดีกว่า แน่นอนว่าถ้าติดเชื้อขึ้นมา หญิงสาวก็ยินดีจะผ่าหัวนั่นให้ และเธอก็หวังว่าคนในศูนย์อพยพจะทำแบบเดียวกับเธอได้ หากพลาดขึ้นมาก็ช่วยฆ่าให้ที ก่อนที่เธอจะกลายเป็นตัวอะไรแบบนั้น วันหนึ่งเสียงสัญญาณฉุกเฉินที่ไม่ได้ดังมานานก็ดังขึ้น ปลุกทุกคนในค่ายอพยพให้ตื่น เสียงสัญญาณฉุกเฉินไม่เคยช่วยสร้างความสบายใจให้ใครได้ ทุกครั้งที่ได้ยินมีแต่ความวิตกกังวล บางคนได้ยินมาก ๆ ก็เกิดความเครียดสะสมจนกลายเป็นโรคประสาทหลอนก็มี “เกิดอะไรขึ้น” หญิงสาวถามคนที่นอนอยู่ถัดไปจากเธอหน้าเครียด “มีคนแย่งอาหารกันแล้วก็วิวาทจนไปทำให้ประตูรั้งชั้นในพังน่ะสิ” “อะไรนะ”พวกนั้นไม่มีสมองเหรอ จะวิวาทกันก็อย่าไปวุ่นวายกับระบบป้องกันสิ!
สถานการณ์วุ่นวายอยู่พักหนึ่งก็สงบลงเพราะเจ้าหน้าที่เข้ามาจัดการ เรื่องอาหารไม่เพียงพอต่อความต้องการเป็นสิ่งที่เกิดขึ้นตลอดตั้งแต่วันที่อารยธรรมล่มสลาย มีการต่อสู้แย่งชิงเกิดขึ้นจนชินตา คนอ่อนแอตกเป็นเหยื่อของคนที่แข็งแกร่งกว่า ชีวิตดำเนินมาแบบนี้ซ้ำไปซ้ำมาตลอดหลายปี ฉินหลิวซีก็ใช้ความพยายามอย่างมากในการหาอาหาร และปกป้องไม่ให้พวกมันถูกแย่งไป แม้จะมีหน่วยงานช่วยสนับสนุน แต่หากไม่หาเองร่วมด้วยก็ไม่มีทางอิ่มท้องได้ เพราะถูกปลุกให้ตื่นจากความโกลาหล ทำให้วันนี้หญิงสาวรู้สึกหงุดหงิดเกือบทั้งวัน ยิ่งไม่มีกล้าทักเธอเข้าไปใหญ่ ทั้งที่ปกติคนกล้าเข้าหาก็น้อยอยู่แล้ว หลังจากวันที่มีผู้อพยพเพิ่มเข้ามา ความขัดแย้งระหว่างผู้คนก็ยิ่งมากขึ้น เจ้าหน้าที่มีน้อยกว่าพลเมือง บางครั้งบานปลายจนห้ามไม่ได้ก็มี หลายวันมานี้ซอมบี้บุกเข้ามาภายในค่ายเป็นจำนวนมาก และมีผู้ติดเชื้อไม่น้อย ตอนนี้นอกจากนั่งภาวนาให้มีของกินเพียงพอก็ขอให้ตัวเองรอดไปอีกวัน แต่แล้วฟางเส้นสุดท้ายก็ขาดผึง!Suasana di dalam aula besar itu mendadak hening, hanya suara musik instrumen yang mengalun lirih, memberikan ruang bagi emosi yang meluap-luap. Bapak Surya kemudian meraih tangan kanan Serina, sementara Beni berdiri di sisi kiri adiknya. Mereka berdua bersiap mengapit Serina untuk berjalan melewati aisle yang bertabur kelopak bunga. Damar memberikan ruang. Ia berjalan beberapa langkah lebih dulu menuju altar pelaminan, lalu berbalik badan untuk menyambut pengantinnya. Langkah kaki Surya terdengar mantap di atas lantai marmer, meskipun sedikit lambat. Setiap langkah yang diambil Surya adalah bukti perjuangannya melawan rasa sakit di Jerman, demi satu momen ini. Serina berjalan dengan kepala tegak, air matanya kini telah kering, digantikan oleh binar kebahagiaan yang belum pernah terlihat sebelumnya. Begitu mereka sampai di depan Damar, Surya menghentikan langkahnya. Ia mengambil tangan Serina, lalu menatap Damar dengan tatapan seorang ayah yang menyerahkan harta paling berharganya
Alunan musik orchestra yang lembut mulai menggema di seluruh penjuru aula besar yang didekorasi dengan ribuan bunga lili putih. Pintu kayu jati yang kokoh itu masih tertutup rapat, namun di baliknya, Serina bisa merasakan ribuan pasang mata tamu undangan sudah menanti. Serina menggandeng lengan Damar dengan sangat erat, jemarinya yang terbalut sarung tangan brokat tampak sedikit bergetar. Napasnya pendek-pendek, mencoba menahan emosi yang bergejolak di dadanya. "Mas... aku sangat gugup," bisik Serina lirih. "Rasanya kakiku lemas sekali. Aku tidak tahu apakah aku sanggup berjalan sampai ke pelaminan tanpa terlihat gemetar." Damar berhenti sejenak, ia menoleh dan menatap Serina dengan tatapan yang begitu menenangkan. Ia meletakkan telapak tangannya di atas jemari Serina yang melingkar di lengannya, memberikan kehangatan yang seketika meredakan sedikit badai di hati istrinya. "Tatap aku, Serina," ucap Damar dengan suara baritonnya yang tenang. "Jangan lihat ke kiri atau ke kanan. Cuk
Keesokan paginya, saat Serina masih terlelap karena kelelahan setelah malam yang panjang, Damar sudah berdiri di balkon apartemen dengan ponsel di telinganya. Udara pagi yang dingin tidak menyurutkan ketegasannya dalam memberikan instruksi terakhir. "Felix, bagaimana?" tanya Damar dengan suara rendah. "Semua sudah di pesawat, Tuan. Bapak Surya, Ibu Farah, dan tim medis pendamping sedang dalam perjalanan menuju Jakarta. Estimasi mendarat sore ini. Saya sudah menyiapkan ambulans pribadi dan kursi roda tercanggih agar Bapak Surya tidak kelelahan," lapor Felix dari seberang sana. "Bagus. Pastikan mereka langsung dibawa ke hotel rahasia di dekat gedung resepsi. Jangan biarkan satu pun kerabat atau media tahu keberadaan mereka. Aku ingin Serina melihat mereka pertama kali tepat saat pintu gedung dibuka," perintah Damar. Setelah menutup telepon dari Felix, Damar langsung menghubungi Bram. "Bram, urusan Beni sudah sampai mana?" "Beres, Tuan Damar. Berkat jaminan dan pengaruh Anda, Beni
Malam itu, apartemen terasa begitu sunyi. Hanya suara detak jam dinding dan desis kompor yang menemani Serina di dapur. Ia sedang memotong sayuran untuk makan malam, namun gerakannya lambat, seolah pikirannya melayang jauh melintasi samudra hingga ke Jerman, lalu terjebak di balik jeruji besi penjara. Serina meletakkan pisaunya. Ia menghela napas panjang, lalu menyandarkan tubuhnya ke meja dapur. Matanya menatap kosong ke arah jendela yang memantulkan bayangan dirinya sendiri, seorang calon pengantin yang tampak begitu kesepian. "Bapak... Ibu..." bisiknya lirih. Bayangan wajah Bapaknya, Surya, yang terakhir kali ia lihat dalam keadaan lemah, terus menghantuinya. Meski Damar selalu bilang Bapak baik-baik saja di bawah perawatan Felix dan Ibu Farah di Jerman, rasa rindu itu tetap terasa seperti lubang besar di hatinya. Ia membayangkan betapa indahnya jika Bapak bisa menggandeng tangannya menuju pelaminan, bukan hanya hadir melalui panggilan video yang dingin. Belum lagi soal Beni. S
Begitu pintu mobil tertutup rapat, suasana riuh kafe tadi seketika lenyap, digantikan oleh aroma parfum kayu manis khas Damar yang memenuhi kabin mobil mewah itu. Serina masih menunduk, mencoba menormalkan detak jantungnya sambil merapikan tali tasnya yang sebenarnya sudah rapi.Damar tidak langsun
Suasana ceria sisa perang bantal itu perlahan menyurut, menyisakan keheningan yang terasa begitu intim dan mendebarkan. Damar masih mendekap Serina di atas karpet, membiarkan tubuh mereka saling menempel satu sama lain. Tatapan mata Damar yang tadi penuh canda, kini berubah menjadi sangat gelap dan
Waktu berlalu dengan begitu damai di apartemen mereka. Luka fisik Serina hampir sepenuhnya pulih, dan rona merah alami kembali menghiasi pipinya. Namun, meski kesehatan fisiknya membaik, ada satu hal yang belum berubah: rasa canggung Serina setiap kali Damar menunjukkan sisi romantisnya yang ekstra
Melihat betapa tulusnya Damar mengatur segalanya agar masa depannya tidak hancur, hati Serina membuncah oleh rasa cinta. Tanpa aba-aba, Serina menarik pelan kerah kemeja Damar, membuat pria itu sedikit menunduk ke arahnya, dan mendaratkan sebuah ciuman lembut di pipi Damar yang masih terasa dingin
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan