Haris akhirnya sampai di paviliun timur—tepat di mana putri sulung serta cucunya tinggal. Saat itu Arion dan Dewi sedang sarapan sambil mengobrol ringan.“Ternyata dia benar-benar sudah kembali,” monolog Haris, sudut bibirnya tertarik hingga menampakkan sebuah senyuman dengan matanya yang berkaca-kaca.Ingin rasanya Haris melangkah agar lebih dekat, memeluk erat tubuh putrinya tapi kenangan buruk di masa lalu mereka berhasil membuat kakinya membeku.“Pa, aku tahu kalau Papa kangen sama Mbak Dewi jadi sebaiknya kita langsung temui dia ya,” ajak Haikal yang entah sejak kapan ada di dekat tubuh renta itu.Haris menatap wajah putranya, menggelengkan kepalanya, berbalik dan hendak meninggalkan tempat itu.“Pa, sampai kapan kita harus terus begini?” tanya Haikal.Langkah kaki pria paruh baya itu terhenti, di hadapannya sudah ada Dewi, Aryan, dan Aghnia yang sedang memperhatikannya.“Pa… untuk kali ini aja turunkan sedikit ego Papa ya, pasti Mbak Dewi juga kangen banget sama Papa,” kata Ayu
Last Updated : 2026-01-07 Read more