LOGINDemi menebus kesalahan sang mama di masa lalu serta untuk mengetahui identitas ayah kandungnya ketika fakta lain mengenai dirinya yang selama ini dirahasiakan diungkap oleh mamanya, Aghnia rela menggantikan posisi sang kakak untuk menikah dengan sahabat mendiang kakeknya. Setelah tahu tentang asal-usul ayahnya yang ternyata dari kalangan terpandang membuat Aghnia menyembunyikan kembali identitasnya tersebut dan memilih menjalani pernikahannya bersama Aryan yang merupakan pemain cinta alias playboy. Tapi wanita itu malah terjebak cinta segitiga dengan Arion yang merupakan cucu pertama dari kakek Haris sekaligus saudara sepupu Aryan. Bisa dibilang sosok Arion merupakan pria idaman Aghnia karena pria itu baik, ramah, dan juga sangat perhatian kepadanya. Selain itu, kehidupan keluarga Athaya sendiri sangatlah rumit hingga Aghnia harus menyaksikan perang dingin yang terjadi di antara anak-anak kakek Haris yang berusaha memperebutkan warisan, kepemilikan saham, dan juga pengelolaan perusahaan. Haruskah Aghnia menceraikan Aryan dan hidup dengan Arion yang jelas-jelas memiliki kriteria sebagai suami idaman? Atau lebih baik meninggalkan keduanya dan memulai hidup bersama ayah kandungnya walau identitas tentang dirinya sebagai anak hasil di luar nikah kapan saja bisa terbongkar?
View MoreHaris akhirnya sampai di paviliun timur—tepat di mana putri sulung serta cucunya tinggal. Saat itu Arion dan Dewi sedang sarapan sambil mengobrol ringan.“Ternyata dia benar-benar sudah kembali,” monolog Haris, sudut bibirnya tertarik hingga menampakkan sebuah senyuman dengan matanya yang berkaca-kaca.Ingin rasanya Haris melangkah agar lebih dekat, memeluk erat tubuh putrinya tapi kenangan buruk di masa lalu mereka berhasil membuat kakinya membeku.“Pa, aku tahu kalau Papa kangen sama Mbak Dewi jadi sebaiknya kita langsung temui dia ya,” ajak Haikal yang entah sejak kapan ada di dekat tubuh renta itu.Haris menatap wajah putranya, menggelengkan kepalanya, berbalik dan hendak meninggalkan tempat itu.“Pa, sampai kapan kita harus terus begini?” tanya Haikal.Langkah kaki pria paruh baya itu terhenti, di hadapannya sudah ada Dewi, Aryan, dan Aghnia yang sedang memperhatikannya.“Pa… untuk kali ini aja turunkan sedikit ego Papa ya, pasti Mbak Dewi juga kangen banget sama Papa,” kata Ayu
“Tapi Ma, ak—”“Kamu tunggu aja di sana ya karena kali ini Mama yang bakalan datang ke sana buat kamu jadi kamu tunggu aja ya di paviliun timur, kan?” potong Dewi.Seketika sebuah senyum muncul di wajah tampan Arion, ingin pura-pura tidak mendengar dan memastikannya kembali tapi ia jika sang mama berubah pikiran.“Iya Mak, aku di paviliun timur,” jawab Arion yang tanpa sadar menganggukkan kepalanya, suaranya terdengar sangat bersemangat.Siapa yang tidak akan semangat jika orang yang disayanginya akan datang untuk menemuinya.***“Aryan…”“Hmmm…”Pria itu melirik sebentar ke arah istrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi dan kembali menatap layar ponselnya.“Terima kasih untuk makan malam hari ini,” kata Aghnia.“Sama-sama, aku pikir seharusnya kita lebih sering menghabiskan waktu bersama keluarga agar bisa saling mengenal dan lebih dekat seperti yang kata kamu waktu itu.”Sudut bibir wanita itu tertarik lebar, ia tidak menyangka kalau Aryan akan mengikuti apa yang dia katakan.
Pandu menggelengkan kepala, tersenyum tipis, sebisa mungkin pria paruh baya itu berusaha menutupi rasa gugupnya agar putranya tidak curiga.“Dia itu putranya Pak Tomi.”“Pak Tomi yang dulu jadi asisten pribadi Papa, kan?”Pandu menganggukkan kepala. “Iya… tadi itu dia ke sini rencananya mau pinjam duit karena Pak Tomi sedang sakit, terus ya Papa kasih aja, hitung-hitung sebagai cara Papa bantu dia.”“Ooo… aku pikir siapa gitu. Tapi minggu depan Papa jadi kan medical check up ke Singapura?”“Minggu depan ya?”“Iya minggu depan, jangan bilang Papa ada janji sama orang lain terus lupa deh.”Pandu terkekeh. “Enggak kok.”“Bagus deh jadi minggu depan aku bisa sekalian temani Papa ke Singapura.” Satya tersenyum.“Kamu sebenarnya enggak harus kok temani Papa, kamu itu seharusnya pergi berlibur cari jodoh, Satya.”“Yah… jodoh lagi yang dibahas deh,” kata Satya sambil membuang napas kesal.“Ya iya dong, kan Papa juga mau punya cucu dari kamu.”Pria paruh baya itu tersenyum puas ketika melihat
“Jujur aku senang sekali karena akhirnya kamu mau ikut andil mengurus perusahaan Kakek, Rion.” Aryan melirik ke arah sepupunya yang tersenyum sambil menyedot kopi miliknya.“Aku juga sangat senang tapi apa kamu tidak khawatir kalau pertemuan kita ini malah membuatmu kehilangan banyak hal?”“Maksudmu?” Aryan mengeryitkan dahinya.Arion meletakkan gelas kopi miliknya di atas meja, menatap ke arah lurus, menikmati angin segar yang berhembus di sekitar area rooftop.“Ya sejak pertama kali aku menginjakkan kaki di sini sebagai cucu keluarga ini beberapa orang di sini mengira kalau aku mulai mengincar posisi pewaris yang sudah melekat padamu.”Pria itu menoleh ke arah sepupunya yang malah kelihatan santai, tidak ada perasaan takut apalagi merasa tersaingi. Malah Aryan sendiri sempat terkekeh ketika mendengar penjelasannya.“Kalau boleh jujur aku sama sekali tidak peduli dengan siapa yang akan mewarisi seluruh harta kekayaan Kakek, malah kalau aku akan sangat senang jika kamu mau menerimanya
“Berhenti di situ atau aku akan berteriak, Aryan!”Ancaman wanita itu terdengar lucu di telinga Aryan hingga pria itu sempat terkekeh sebentar. Sementara Aghnia yang belum sadar hanya bisa mengerutkan dahinya.“Apa kamu pikir dengan berteriak orang-orang akan datang lalu menyeretku keluar dari kamar
Pukul lima pagi pintu utama paviliun sudah terketuk dengan sangat kencang hingga membuat Aghnia segera keluar dari kamarnya untuk segera membuka pintu.“Mbak Aghnia maaf karena sudah mengganggu tapi saya terpaksa membawa Mas Aryan pulang karena tidak ingin jika kakek Haris tahu kalau Mas Aryan tidak
Tiba-tiba saja Aryan muncul di hadapan banyak orang yang sejak tadi mencari keberadaannya.Aura ketampanannya mampu menyihir semua pasang mata yang ada di dalam ruangan tersebut untuk terus menatap pria itu tanpa berkedip sedikit pun termasuk Aghnia.Mungkinkah wanita itu sudah mulai jatuh cinta pad
Kini Haris sudah bersama dengan anak, menantu, dan juga cucunya yang duduk bersama di ruang tengah. Wajah ketiganya terlihat sangat was-was serta enggan menatap Haris.“Mulai besok aku akan meminta Cakra untuk mengawasi dan membantu Aryan agar pantas menjadi pewaris keluarga Athaya,” kata Haris memb












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews