“Kenapa pulang telat?” Vernon langsung menginterogasi. Sebab, Evelyn baru pulang ketika jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Ia terlalu sibuk dengan Barra dan Issa, sehingga lupa terhadap keluarga sendiri.Evelyn sudah pamit pulang menjelang sore, tapi Barra menahan agar mereka makan malam bersama. Terlebih Evelyn sudah ada di sana, jadi ia tidak bisa menolak dan menyiapkan makan malam untuk mereka bertiga.“Ditelfon bukannya diangkat malah ditolak. Joy nanyain kamu terus, dikira kamu kenapa-napa. Dia nangis nungguin kamu pulang, sampai sekarang belum makan malam.” Vernon berucap dengan kesal. Ia menatap Evelyn dengan tajam. Protes terhadap sikap wanita itu yang ia rasa terlalu semena-mena.Evelyn terdiam, ia menatap Joy yang tampak kesal di sofa. Gadis kecil itu fokus menatap televisi dengan mata memerah dan bengkak karena terlalu banyak menangis. Ia terlalu takut kehilangan Evelyn, jadi rasa khawatirnya terhadap maminya menjadi luar biasa. Apalagi hari ini ia tidak dijemput o
Last Updated : 2025-12-01 Read more