Pagi menyapa dengan hangat, seorang lelaki sedang bersiap untuk menjalankan rutinitasnya seperti biasa. Berangkat ke kantor dan mengais rejeki.Ia berjalan dengan penuh semangat menuju meja makan, tetapi merasa ada yang janggal. Issa, putranya itu belum terlihat di sana.“Bi, ke mana Issa?” tanya Barra pada salah satu asisten rumah tangga yang sedang menata makanan di atas meja.“Den Issa belum turun, Tuan.”Barra ber-oh ria, merapikan kancing lengan kemejanya. Melihat asisten rumah tangganya hendak pergi, ia menahan wanita paruh baya itu.“Bi, mau ke mana?”“Mau membangunkan Den Issa, Tuan.”“Biar saya saja, Bibi lanjutkan pekerjaan.” Barra berucap seraya memberikan senyuman.Mendengar perintah dari sang tuan seperti itu, wanita yang sudah mengabdi pada Barra beberapa bulan itu mengangguk, mematuhi perkataan Barra.Setelah kepergian asisten rumah tangga, Barra melangkah kembali menaiki anak tangga. Kali ini, bukan menuju kamarnya. Melainkan menuju kamar sang putra.“Issa ...,” panggi
Last Updated : 2025-12-03 Read more