Evelyn menatap suaminya dengan mata sembab. Mata itu bahkan telah bengkak karena telah menangis untuk waktu yang lama. Ia tidak tidur semalaman, sebab tidak bisa tenang karena sang suami tidak kunjung siuman.“Vernon, kapan kau akan bangun? Mana janjimu yang ingin membuatku dan anak-anak hidup bahagia?” Evelyn berucap dengan suara serak.Terdengar ketukan di pintu ruangan. Evelyn bangkit untuk membukakan. Tampak kedua ornagtuanya yang datang untuk membesuk setelah hampir 24 jam Vernon berada di rumah sakit.“Papa.” Wanita itu langsung menghabur ke dalam pelukan papanya. Ia kembali menangis sejadi-jadinya di sana. Sebab, terlampau takut jika kehilangan suaminya. Ia belum siap kehilangan lelaki yang begitu ia cintai.“Maaf karena kemaren papa tidak menjawab teleponmu. Papa masih kesal karena kau tetap nekat buat pergi dari rumah. Tadi malam ibunya Vernon datang ke rumah, dia ngasih tahu apa yang terjadi. Papa jadi khawatir sama kamu.” Lelaki paruh baya itu berucap dengan penuh simpati.
Last Updated : 2025-12-23 Read more