Sementara itu pesawat yang ditumpangi oleh Lionel dan Meilissa sudah semakin dekat. Dari jendela, kota tujuan mulai terlihat seperti miniatur mainan milik Liora saat kecil.Suara pramugari terdengar melalui pengeras suara, mengingatkan penumpang untuk mengenakan sabuk pengaman.Di kursinya, Meilissa memandangi awan yang perlahan menjauh. Pikirannya tidak benar-benar berada di pesawat.Dia menyadari, begitu roda pesawat menyentuh landasan maka kehidupan mereka akan kembali ke setelan awal.Lionel menoleh, memperhatikan profil wajah istrinya yang diterangi cahaya dari jendela.Perlahan, lelaki itu meraih tangan Meilissa dan mengecup punggung tangannya dengan penuh perasaan.Terkejut, Meilissa menoleh. Dan, tatapan mereka pun bertemu."Selamat datang kembali ke rumah. Kamu siap menghadapi semuanya bersamaku?" bisik Lionel.Menghela napas pelan, Meilissa bertanya balik, "Bagaimana dengan Om?"Lionel tersenyum samar. "Di saat aku memintamu menjadi istri, saat itulah aku siap menghadapi siap
Magbasa pa