Meilissa ternganga. "Oh, jadi Om benar-benar ingin kita bertengkar?" tanyanya tak percaya.Lionel mengangkat kedua bahu, sengaja memasang ekspresi acuh tak acuh."Tidak masalah kita bertengkar. Dengan senang hati aku akan melayanimu bertengkar."Dan, ternyata Lionel benar-benar melanjutkan pertengkaran mereka. Bahkan, jauh lebih dahsyat dari yang pernah dibayangkan oleh Meilissa.Bagi lelaki itu, setiap emosi yang mereka miliki selalu bermuara pada kedekatan yang intens seolah amarah, rindu, dan cinta melebur menjadi satu bahasa yang hanya mereka pahami berdua.Lionel memilih kamar sebagai arena paling aman untuk “pertempuran” mereka.Di luar, angin berhembus lembut menyentuh jendela, membawa aroma musim dingin yang menenangkan..Tapi di dalam kamar, suasana terasa kontras. Hangat, hidup, dan penuh getaran perasaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata biasa.Lionel menahan tubuhnya dengan bertumpu pada kedua lengan, menjaga agar berat badannya tidak sepenuhnya menekan Meilissa.Posis
Dernière mise à jour : 2026-02-13 Read More