Liora tidak membalas pelukan Rick.Hatinya terasa hangat, terasa seperti ada yang meleleh oleh pelukan yang sangat familiar itu. Di saat yang sama, tubuhnya justru terasa kaku. Kedua tangannya sempat terangkat seperti hendak membalas pelukan itu, tetapi mendadak gerakannya terhenti di udara.Lalu, perlahan turun kembali. Jari-jarinya mengepal di sisi tubuh.Rick tidak melepas pelukannya. Lelaki itu menahan tubuh Liora dengan satu tangan, sementara satu tangannya mengusap rambut gadis itu dengan usapan-usapan yang menenangkan.Tidak jauh dari mereka, di ruangan yang sama, Meilissa memperhatikan dengan seksama.Dia bisa melihat dengan jelas keraguan yang berkelebat di wajah Liora.Sahabatnya itu tidak menolak pelukan Rick, tetapi juga belum benar-benar menerimanya. Ekspresinya seperti seseorang yang masih berusaha memahami perasaannya sendiri.Sama halnya dengan Meilissa, Bibi Emma juga menyadari perubahan gerak tubuh Liora.Wanita paruh baya itu berdiri dengan tenang, jari-jarinya sal
Read more