Kyna menengadahkan kepalanya dan menatap lurus ke mata Raka, seolah berkata, 'Pukul!' Amelia meraih tangan Raka, lalu berulang kali memberi isyarat dengan matanya, "Anak kita sudah dewasa dan punya harga diri. Jangan main tangan lagi!" Raka mengerti maksud Amelia. Bukan karena anak mereka sudah dewasa, tetapi karena keadaan sekarang berbeda. Kyna adalah istri presdir, sedangkan keluarga mereka masih membutuhkan dukungan finansial dari sang presdir!Raka mau tak mau menekan amarahnya.Amelia berkata kepada Kyna dengan nada keibuan, "Kyna, aku dan ayahmu sudah besarkan kamu selama bertahun-tahun. Gimanapun, kamu harus bersyukur.""Kalian membesarkanku?" Kyna membalas, "Apa kalian memberiku makan? Atau menyekolahkanku? Dari kecil hingga dewasa, Nenek yang besarkan aku!"Amelia terdiam dan wajahnya memerah. "Bukannya kami yang lahirkan kamu? Itu juga termasuk jasa! Tanpa kami, memangnya bakal ada kamu? Hanya atas dasar jasa melahirkanmu, kamu harus tunjukkan baktimu kepada ayahmu hari in
Read more