Aldrian memeluk Kyna. Dia tidak berbicara, hanya memeluk Kyna.Kyna tidak meronta. Dia terlalu malas untuk menghabiskan energi.Setelah sekian lama, Kyna akhirnya bertanya, "Sudah cukup? Kakiku capek." Kemudian, Aldrian baru melepaskannya. "Aku yang salah." Aldrian langsung menggendong Kyna dan meletakkannya di tempat tidur. "Capek nggak? Mau istirahat sebentar lagi?" Kyna tidak menjawab.Ekspresi Aldrian berubah serius. "Kyna, aku tahu masalah hari ini sudah bikin kamu nggak nyaman. Tapi ... dalam situasi itu, aku juga sulit memilih.""Memilih?" Kyna tersenyum sinis, lalu mencibir dalam hati, 'Kamu benar-benar memilih? Berani-beraninya kamu pakai kata itu!'"Kyna ...." Aldrian menghela napas, lalu berkata, "Nara sangat peduli dengan penampilannya ....""Memangnya aku nggak peduli?" Aldrian pun terdiam."Bukan, Kyna ...." Aldrian berujar, "Nara harus kerja di luar. Kalau wajahnya dirusak, hidupnya juga akan hancur. Selain itu, dia belum nikah. Baginya, wajahnya sangat penting." Ky
Read more