"Aldri! Aldri, aku ada di sini! Aldri, selamatkan aku!" teriak Anara."Nara! Nggak apa-apa! Jangan panik! Jangan takut, aku sudah datang! Aldri sudah datang!" Suara Aldrian terdengar mendesak.Tak lama kemudian, Aldrian muncul di puncak tangga lantai 11. Keringat membasahi pakaiannya, sedangkan rambutnya yang biasanya ditata rapi kini tergerai lemas di dahinya dalam keadaan basah.Hal pertama yang dilakukannya adalah menatap Anara. "Nara, gimana keadaanmu? Apa kamu terluka?" Anara hanya menangis sambil menggeleng.Aldrian terlihat lega, lalu membentak pria berbaju abu-abu, "Lebih baik kalian nggak lukai sehelai rambut pun di kepalanya!" Pria berbaju abu-abu tertawa. "Menarik.""Jangan khawatir, kami cuma incar uang. Selama uangnya sudah disiapkan, semuanya bisa dinegosiasikan," kata pria berbaju kuning.Kemudian, pria berbaju abu-abu itu mengangkat Anara dan menodongkan sebuah belati ke lehernya.Aldrian seketika murka. "Apa yang kalian inginkan? Lepaskan dia!" Pria berbaju abu-abu
Read more