Pada akhirnya, Aldrian tetap berdiri di hadapan Inggrid. Saat ini, nenek yang dulunya sangat menyayanginya, malah menatapnya dengan tatapan acuh tak acuh dan tak berdaya. Di kedua sisi Inggrid, terdapat dua orang yang memapahnya, termasuk Kyna."Nenek ...." Aldrian akhirnya berbicara dengan suara serak, "Aku datang untuk menjemputmu. Ayo kita pulang ke rumah."Ekspresi Inggrid masih sehangat sebelumnya. Namun, satu-satunya jawaban yang didapatkan Aldrian adalah helaan napas."Nenek, maaf, aku nggak selamatkan kamu tepat waktu ...." Aldrian tak sanggup membayangkan bagaimana Inggrid bertahan hidup selama disiksa selama setengah bulan itu. Hanya memikirkannya saja sudah menusuk hatinya.Inggrid menggeleng dan menjawab dengan suara yang masih lembut, "Aldrian, itu bukan salahmu.""Nenek, kalau begitu, kita pulang, ya? Pulang ke rumah kita sendiri," kata Aldrian sambil melirik Kyna.Namun, Kyna bersikap seolah-olah tidak melihat Aldrian. Sikapnya sangat dingin dan acuh tak acuh. Dia hanya
Read more