Namun, Anara masih tidak rela. Meskipun gagal meneteskan air mata, dia tetap harus mengatakan hal-hal menjijikkan itu. Jadi, dia memasang ekspresi sedih namun tulus dan berujar, "Maaf, Kakak Ipar. Panggil Kakak Ipar nggak salah lagi, 'kan ....""Tunggu." Jesslyn menoleh ke arah Naldo dan bertanya, "Ayahmu punya putri di luar nikah?" Kepala Naldo seketika berdengung. "Leluhurku, apa yang kamu bicarakan?" Jesslyn mencibir. "Lalu, kenapa ada orang yang tiba-tiba memanggilku kakak ipar?""Kamu sudah keterlaluan!" William akhirnya tak tahan lagi dan berujar, "Dari dulu, Nara selalu panggil kami kakak. Ini ....""Aku lagi urus suamiku, apa hubungannya itu denganmu? Kalau dia mau panggil kamu kakak, ya silakan. Tapi, dia nggak boleh panggil suamiku begitu. Suamiku nggak punya adik perempuan. Memangnya kamu bisa ikut campur?" Semangat tempur Jesslyn tak berkurang sedikit pun.William begitu marah hingga tidak mampu membalas. Dia hanya memelototi Naldo yang sudah panik.Naldo bergeser ke sisi
Read more