Rintik hujan turun perlahan, tetesan airnya meluncur pelan di balik kaca jendela apartemen yang gelap. Philia masih betah memandanginya, padahal sudah satu jam lebih ia diam di sana. Bryan dan Martin sudah pulang, jam di dinding juga sudah lewat tengah malam. Namun, Philia seolah enggan untuk bergeser barang sesenti pun. "Philia." Suara Timur membuatnya menoleh, ternyata pemuda itu sudah selesai mandi. Nampak rambutnya basah, dan pakaiannya juga sudah berganti jadi baju tidur. "Iya," sahutnya. Timur menggosok rambutnya yang basah dengan handuk kering, lalu duduk di atas kursi bar yang tinggi. "Kamu tidur di kamar sebelah, saya tidur di sini." Pemuda itu menunjuk kamar paling dekat dengannya berada. Sementara kamar Philia yang dimaksud berada di sebelahnya lagi. Philia mengangguk. "Iya, makasih," lirihnya. Gadis itu beringsut turun, meraih koper di sisi tembok dan membawanya masuk ke kamar yang Timur tunjuk. Namun, sebelum benar-benar sampai ke kamar, Timur just
Terakhir Diperbarui : 2026-01-05 Baca selengkapnya