“Pernikahan bukan mainan bagiku, Pa. Kawin cerai tidak semudah itu dilakukan. Kalau aku tidak serius dengan pernikahan ini, sudah sejak dari lama Adelia kutinggalkan. Asal Papa tahu, sudah beberapa kali dia minta diceraikan.” Ammar membalas tatapan mertuanya tanpa berkedip.“Aku tidak pernah main-main setiap mengambil keputusan. Kalau kemarin aku menceraikan Zahra, itu karena terpaksa keadaan.” Ammar mengepalkan tangan saat menyebut nama mantan istrinya. “Lagipula, mudah sekali Papa berbicara. Dulu, Papa menekan aku sebegitunya agar bertanggung jawab pada Adelia. Sekarang, Papa ringan sekali meminta Adelia kembali. Seolah dia barang yang bisa diberikan dan diminta begitu saja.”“Bukan begitu, Ammar.” Gunawan menghela napas panjang mendengar ucapan menantunya. Dia terdiam sejenak, ucapan Ammar tadi mengena tepat di hatinya. Dia berdehem pelan karena rasa malu yang mendadak menyusup ke dalam jiwa. Ammar benar, dulu dia berkeras ingin Ammar bertanggung jawab, sekarang, saat Adelia sudah
Last Updated : 2025-12-06 Read more