Draf keputusan sita eksekusi mutlak dari celah runtuhan semen segera disita oleh Arya Baswira, lalu dia mengunci pintu jati berlapis baja kamar utama pangkalan Marunda guna memulihkan stabilitas mental Sonya Baskoro dari kepungan teror arbitrase luar negeri.Lampu dinding temaram memancarkan pendar kuning keemasan, membentuk siluet dua raga matang yang sarat akan ketegangan batin tak terucap.Aura berdarah dingin sang "CEO Galak" mendadak lumer ketika Arya menarik pinggulnya secara agresif, meruntuhkan keangkuhan taktisnya dalam satu dekapan panas."Aa... anu, Mas Arya... ta-ta-tapi dokumen arbitrase asing dari Sektor Selatan itu beneran bisa melumpuhkan seluruh kuota distribusi kita fajar ini," lirih Sonya agak gagap panik."Dilarang menyebut satu patah kata regulasi pun saat raga kita butuh penyatuan, Sonya, jam ini egomu mutlak harus tunduk di bawah kendali saya!" potong Arya tegap menekan rendah.'Sialan, tatapan predator Mas Arya fajar ini ben
Terakhir Diperbarui : 2026-06-25 Baca selengkapnya