LOGINArya (25), pemuda rupawan dari Kota Gudeg, Jogja, memutuskan merantau ke Jakarta. Keputusan ini didorong oleh patah hati mendalam setelah kekasihnya, Sita, dinikahkan dengan pria lain karena Arya belum memiliki cukup uang untuk melamarnya. Bertekad memperbaiki ekonomi keluarga dan mewujudkan mimpinya kuliah, Arya mencari pekerjaan di ibu kota. Lewat sebuah iklan di Instagram, Arya mendatangi rumah mewah Ibu Sonya (35), seorang bos perusahaan pengiriman barang ternama. Arya diterima sebagai sopir pribadinya. Sonya adalah wanita lajang yang sangat cantik dan kaya raya, namun di balik kesuksesannya, ia dikenal sangat galak dan keras kepala. Bekerja untuk majikan yang masih single ini, Arya mulai menemukan pengalaman baru, termasuk menghadapi pasang surut emosi sang bos. Kehidupan Sonya tak luput dari intrik. Adik perempuannya, Jessy, mati-matian mencarikan jodoh bagi kakaknya, tetapi selalu gagal karena sifat Sonya yang terkenal. Di kantor, dua anak buah Sonya, yaitu Cindy, sekretaris cantik nan agresif, dan Jaka, manajer keuangan yang terobsesi, menambah kompleksitas suasana. Jaka menyimpan ambisi gelap: ia ingin menikahi Sonya sekaligus menguasai perusahaannya, bahkan siap melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya itu. Bisakah Arya bertahan di tengah intrik dan lika-liku kehidupan Ibu Kota? Mampukah ia meluluhkan hati majikan galaknya yang ternyata masih sendiri?
View More"Maafkan Ibu, Arya. Marunda harus berakhir di tanganmu... tapi bukan sekarang."Suara itu datar, sedingin uap kabut yang menyelimuti tebing Bogor, merayap masuk ke celah saraf Arya dan membekukan sisa adrenalinnya. Arya mematung, merasakan ujung belati yang runcing menekan kulit lehernya, tepat di atas denyut nadi yang berdetak liar seperti piston mesin yang dipaksa bekerja melampaui batas. Ia sempat tertegun, menatap mata wanita di depannya—mata yang seharusnya menjadi telaga ketenangan, kini berubah menjadi sumur gelap yang tak memiliki dasar—sebelum akhirnya ia merasakan perih yang nyata saat logam itu menggores kulitnya."I-I-Ibu... kowe... kenapa?" suara Arya fragmentasi, napasnya tercekat di tenggorokan yang terasa kering seperti padang gersang.Wanita yang ia panggil Ibu itu tidak bergeming, wajahnya sekaku porselen tua yang menyimpan retakan rahasia selama belasan tahun. Di kejauhan, sisa ledakan truk fuso masih menyisakan jilatan api yang me
"Mundur, Den! Biar supir tua ini yang urus bajingan ini!"Raungan itu membelah dentuman logam saat moncong fuso menghajar barisan sedan Lentera Trans. Arya terkesiap, jemarinya yang semula membeku di pelatuk Glock kini bergetar hebat saat melihat sosok pria bertopi lusuh itu melompat dari kabin kemudi. Ia sempat terpaku, menatap bayangan luka parut di wajah pria itu yang tampak berkilat di bawah sorot lampu halogen—sebuah guncangan batin yang membuatnya merasa dunia baru saja memuntahkan hantu masa lalunya—sebelum akhirnya ia ditarik paksa oleh Sonya menjauh dari jalur ledakan."S-S-Slamet? Kok bisa..." suara Arya fragmentasi, napasnya tercekat di antara bau bensin yang tumpah dan asap ban yang terbakar.Pria itu tidak menjawab, ia justru melempar bom molotov ke arah ambulans hitam tempat Wisnu Wijaya berdiri mematung. Kobaran api seketika membumbung, menciptakan panggung merah yang kontras dengan dinginnya kabut hutan pinus Bogor. Sonya yan
"Arya... jangan ke sana... itu bukan Ibu..."Bisikan itu sedingin es, merayap masuk ke celah rungu Arya dan membekukan aliran darahnya seketika. Arya mematung, jemarinya yang semula mencengkeram belati komando kini gemetar hebat, matanya melebar menatap sosok wanita berambut putih di depannya yang seolah muncul dari partikel kabut. Ia sempat tertegun, menatap ujung kain daster usang wanita itu yang tersangkut semak berduri—sebuah reaksi fisik atas guncangan batin yang dahsyat—sebelum ia menoleh ke arah ambulans hitam di mana Wisnu Wijaya baru saja membuka pintu belakang."K-k-kamu... siapa?" suara Arya fragmentasi, napasnya tercekat di tenggorokan yang terasa seperti disumbat kerikil tajam.Wanita itu tidak menjawab, hanya matanya yang cekung menatap Arya dengan pancaran kesedihan yang purba, sementara di kejauhan, Wisnu mulai menarik paksa sesosok tubuh lain yang terbungkus kain kafan. Sonya yang mendekap Anya di balik pohon pinus hanya bisa menggig
"Turunkan senjatamu, Den... ini aku, Jaka."Suara itu serak, nyaris tenggelam oleh bunyi air yang masih menderu dari kamar mandi hotel. Jaka berdiri limbung di ambang pintu, kemeja putihnya yang mahal kini berubah jadi kanvas darah yang mengerikan. Arya tidak bergeming, moncong Glock miliknya tetap mengunci dahi Jaka dengan jemari yang memutih saking kencangnya menahan pelatuk."Kowe... kenapa berani muncul di depan mataku setelah semua yang kamu lakukan di Kemang?!" raung Arya."Saya... saya dipaksa, Den... Wisnu memegang nyawa keluarga saya di kampung," Jaka terbatuk, mengeluarkan cairan merah kental yang membasahi lantai karpet mewah hotel. "Dia sudah di bawah... dia membawa Ibu Larasati dalam mobil ambulans hitam."Di belakang Arya, Sonya muncul dengan hanya berbalut jubah mandi sutra, kulitnya yang masih lembap beruap mendadak meremang hebat. Ia melihat Jaka yang sekarat dan botol kimia yang digenggam pria itu dengan gemetar. Napas Sonya tercekat, se
Fajar baru saja menyingsing di cakrawala pantai selatan, menyisakan semburat jingga yang memantul indah di permukaan air laut yang tenang. Udara pagi itu terasa sejuk namun menyimpan kelembapan yang membangkitkan gairah. Di dalam villa utama, Arya masih terlelap dengan napas yang teratur
Raungan mesin mobil Pak Baskoro akhirnya berhenti tepat di depan teras rumah mewah di Kemang. Suasana malam yang sunyi seolah menjadi saksi bisu kelegaan luar biasa yang dirasakan oleh Arya dan Sonya. Setelah ketegangan maut yang mereka hadapi di Marunda—adu nyawa dengan Reza yang berakhir
Udara di ruang kerja Sonya mendadak terasa tipis. Arya berdiri mematung di tengah ruangan yang berantakan, menggenggam kertas ancaman berwarna merah itu hingga remuk di tangannya. Di luar, suara kepanikan staf IT yang mencoba menyelamatkan server masih terdengar samar, namun bagi Arya, dunia seol
Setelah badai pembersihan dan momen panas di ruang kerja mereda, Arya dan Sonya kini dihadapkan pada kenyataan bahwa struktur organisasi Sonya Fast sedang pincang. Banyak posisi manajer yang kosong, dan operasional harus tetap berjalan tanpa hambatan."Ar, kita butuh orang-orang b
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore