Setelah Mbak Tini berlalu pergi dari ruang tengah itu, Ibu Sonya yangtadi masih berdiri akhirnya duduk di hadapan Arya dengan posisi kaki yang satumemangku kaki yang lain, sehingga baju bagian bawah baju tidur itu lumayantersingkap, sehingga bagian betis dan paha mulus dan putih milik Ibu Sonyaterpampang dengan indahnya.Mata Arya terbelalak melihat kemulusan dan kemolekan tubuh bakalmajikannya itu.“Hei ... kenapa kamu bengong liat aku kayak begitu?” tanya Ibu Sonyamembuyarkan lamunan Arya.“Owhhh ... ma ... maaf, Bu!” ucap Arya agak gelagapan karena Ibu Sonyatadi nada suaranya agak membentak dan nadanya terdengar tinggi, terkesan orangyang sedang marah.Dalam hati Arya bergumam, “Waduh, meski cantik gini, kayaknya Ibu Sonyagalak juga ini!”“Sekarang aku mo tanya tentang kamu, Arya! Benarkah kamu yang DM akukemarin ini di IG?”“Ya benar, itu saya, Bu!”“Hemm ... aku liat-liat seharusnya kamu lebih cocok jadi model, bukansopir!” ucap Ibu Sonya dengan wajah datar tapi sambil
Read more