bab 171 Beberapa jam berlalu, Sehan baru siuman. Kini dia sudah terbaring di salah satu bed rumah sakit, tepatnya di kamar VIP dekat dengan kamar CXhellia. Akan tetapi sayangnya, hari ini adalah hari terakhir Chelia dirawat di rumah sakit yang sama dengan Sehan. Perlahan Sehan membuka matanya. Ia memegang kpalanya yang masih pusing. efek dari obat itu bagi orang normal adalah membuat kepala sakit. Untuk itu pihak rumah sakit dan kepolisian bertanggung jawab penuh pda Sehan. Sebagai permohonan maaf dan juga ucapan terima kasih pada Sehan. "Ssshh, kepalaku sakit! Kenapa penglihatanku menjadi kabur begini? Apa yang sedang terjadi? Ada apa dengan diriku ini?" ucap Sehan berbicara dengan dirinya sendiri. Ia sendiri bingung mengapa dirinya bisa ada di rumah sakit. Sekuat tenaga Sehan mencoba bangun dan duduk bersandar pada bantalnya. Namun, seketika badannya lemas dan kepalanya makin pusing. "Tuan, awas jatuh!" teriak sosok wanita yang kebetulan lewat depan kamar Sehan dan
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-13 Mehr lesen