Sehan diam mendengarkan Tante Zura bercerita, ia tampak serius mendengarkan keluh kesah wanita yang menjadi mesin ATM-nya itu. "Jadi, suami Tante berselingkuh. Yang jadi selingkuhannya adalah sekretaris barunya. Bukannya Tante saat ini juga selingkuh? Jadi sudah impas dong. Kenapa meski marah lagi, nanti cantiknya hilang lho. Kenz, gak mau kesayanganku ini sedih terus," ucap Sehan sembari mengusap air mata Tante Zura. Tante Zura semakin terharu dengan sikap Sehan, selama ini ia tidak mendapat perlakuan manis dari suaminya. "Benar juga, aku tidak akan menangis lagi. Kan ada kamu. Mending kita belanja aja yuk!" seru Tante Zura tiba-tiba bersemangat. Sehan terheran dengan tingkah wanita setengah baya itu, baru saja bersedih, sekarang tiba-tiba bersemangat untuk belanja. Namun, sebagai sosok yang dibayar, Sehan tentu tidak bisa menolak. "Baiklah, Sayang. Apapun yang membuatmu senang, aku akan menemanimu." Sehan menjawab dengan senang hati. Pasalnya apapun yang diinginkan Seh
Last Updated : 2025-12-22 Read more