Broto tidak berani berlambat-lambat, dia pun segera mengangguk.Tak lama kemudian, mi instan pun matang. Sabrina juga membawa makanan pesanannya sendiri dan duduk makan di samping mereka berdua.Melihat tangan Broto yang memegang garpu terus gemetar, Sabrina akhirnya tak mampu menahan rasa penasarannya, "Pak Jimmy, boleh nggak kamu kasih tahu aku ... sebenarnya apa identitasmu?""Soal detailnya, nggak usah kamu tanyakan terlalu jauh."Jimmy tersenyum tipis pada Sabrina, "Pokoknya, anggap saja aku ini seorang pembunuh bayaran yang sudah pensiun."Mendengar hal itu, Broto langsung ikut mengangguk.Wajah cantik Sabrina sedikit berkedut, hatinya terasa sangat tak berdaya. 'Pensiun? Waktu kamu membunuh orang sebelumnya, kenapa nggak bilang sudah pensiun?'Namun, dia tidak tahu bahwa dibandingkan dengan keadaan Jimmy dulu yang haus darah dan gemar membunuh, Jimmy yang sekarang memang sudah bisa dianggap pensiun.Setelah menghabiskan satu cup mi instan dengan jantung berdebar-debar, Broto mem
Read more