Mendengar seruan kaget Argani, Jaka segera berlari menghampiri. Tanpa berpikir panjang, dia langsung menghunus pedang dan berdiri di depan Argani.Sabrina tampak panik dan berkata dengan gugup, "Pak Jimmy, cepat bawa Pak Argani pergi dulu, aku dan Jaka akan menahan di belakang! Kalau bawa kami, nggak satu pun dari kita bisa kabur!""Jangan begitu!"Jimmy tersenyum tipis dan berkata, "Aku ini orangnya sangat penasaran, aku masih ingin tahu rahasiamu. Kalau kamu mati, aku harus tanya siapa lagi?""Sekarang bukan waktunya membahas ini!"Mata Sabrina memerah karena cemas. "Aku tahu kamu sangat kuat, tapi kamu benar-benar bukan lawannya!"Argani menghela napas panjang, "Pak Jimmy, kamu pergi saja sendiri! Dengan kemampuanmu, seharusnya nggak masalah untuk menyelamatkan diri!"Meski tidak mengatakannya secara langsung, maksud Argani sudah sangat jelas. Jimmy jelas bukan lawan Firoz!Jimmy tersenyum santai, lalu melanjutkan, "Kak Sabrina, gimana kalau kita bertaruh?"Sabrina sangat cerdas. Sa
Baca selengkapnya